ACEH, Berita HUKUM - Acehnes Australia Association (AAA) mengajak rakyat aceh untuk mendukung dan mengikuti revolusi, yang di gerakkan AAA bersama mantan kombatan GAM pada, Kamis (28/11)mendatang, Hal ini di sampaikan Tgk. Syekhy pada awak media ini melalui pesan BlackBerrynya.
Menurut Tgk. Syekhy kita tunjukan jati diri rakyat Aceh, pada Pemerintah Aceh sebagai perpanjang tangan Indonesia bahwa, semua rakyat akan segera turun ke jalan untuk melakukan aksi penolakan terhadap Malek Mahmud sebagai Wali Nanggroe, dan penolakan bendera Bulan Bintang, dijadikan sebagai bendera provinsi, serta menuntut janji janji dimasa kompanye Pilkada.
Kami Acehnes Australia Association (AAA) dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang Ada di Aceh saat ini, atas nama perjuangan dan Rakyat Aceh menolak tegas Dinasti kekuasaan, dan meminta Pemerintah Aceh sebagai perpanjang tangan Republik Indonesia (RI), untuk mendata semua para korban perang (konlik), serta menyatuni para janda dan anak yatim korban prang," tegas Tgk Syekhy.
Kami himbau, "kepada masyarakat Aceh untuk turun ke jalan bersama sama, mari kita tunjukan bahwa Aceh milik Rakyat, bukan milik Malek Mahmud cs. Utk menghilangkan kezaliman di Aceh, solusi nya, “REVOLUSI RAKYAT“ ," ujar Tgk. Syekhy dalam bahasa Aceh.
"Kamoe ateuh nan mantan GAM/AAA, menghimbau 'jak saban sare beu ta pike saban saban, meu saboh droe ue mandum aneuk bangsa, treun ue jalan sigra ganyang kekuatan Zalem Malek Mahmud cs, kirem himbauan nyoe keu ban mandum aneuk bangsa, demi perobahan aceh, menuju aceh makmur, adil dan sejahtra".
Atas nama rakyat, demi rakyat, mari kita semua bergabung untuk sukseskan Mogok Massal tanpa kecuali (PNS, swasta, Mahasiswa, mantan TNA, Ulama, dan masyarakat secara umum) pada hari Kamis 28 November mendatang, demi menyelamatkan Aceh dari tangan kelompok mafia, 8 Tahun lebih sudah perdamaian antara RI degan GAM, namun perdamaian tersebut belum di rasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya aspek ekonomi semakin hancur, rakyat semakin menderita, yang damai hanya kelompok malek cs jelas Ketua AAA dan mantan kombatan GAM ini.
Lebih 32 tahun perang Aceh berkecamuk, menyisakan anak yatim dan janda, serta hancur semua sektor kehidupan rakyat, yang ambil ke untungan dari perang tersebut yaitu Malek Mahmud cs, hal ini sangat menyakitkan. Dulu kita di suruh benci dan haram hormat bendera Merah Putih, justru sekarang mareka yang secara terang benderang telah menghormatinya, dulu mareka bilang orang yang jadikan pegawai RI pengkhinat, halal darah, sekarang yang telah resmi bagian dari pejabat RI mareka, justru kita di bilang pengkhinat. Orang loncat pagar ini tentu sangat menyakitakan, 5 tahun pertama tentu sangat besar harapan rakyat di bawah pimpinan Gubernur Irwandi Yusuf, Aceh menjadi contoh bagi provinsi lain saat itu, dibidang kehidupan demokrasi.
"Irwandi telah banyak melakukan perobahan dengan program prorakyat, pengobatan gratis (JKA) program pendidikan gratis dan megirimkan putra terbaik Aceh untuk belajar di luar Negeri, program pembangun perumahan rakyat /menyatuni anak yatim, janda dan program dayah, serta program inprastruktur lainnya".
Setelah Aceh di pimpin oleh pemerintahan ZIKIR, semua sektor hancur berantakan, maka kami atas nama Acehnes Australia Association (AAA), mengajak seluruh masyarakat, Mari kita selamatkan Aceh dari tangan mafia, Aceh bukan milik kelompok Malek Mahmud, Aceh milik kita semua, dan mendesak pemerintah Zikir sebagai perpanjangan tangan indonesia untuk bisa menjalan roda perintahan dengan sungguh sungguh, demi kesejahtraan rakyat dan transparan, dan hentikan gagasan aneh untuk memperjuangkan Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe, dan Bulan Bintang sebagai Bendera provinsi. Gagasan tersebut tidak prorakyat, melain gagasan kepentingan pribadi kelompok mafia, ini sangat melukai hati rakyat aceh," pungkas Tgk.Syekhy, dengan menyebutkan mewakli rakyat si gom Aceh (seluruh Aceh).(bhc/kar) |