RIO DE JANEIRO, BRASIL (BeritaHUKUM.com) Di sela-sela kunjungan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Brasil, Presiden Iran Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan perihal nuklir yang selama ini dianggap negara-negara barat sebagai sesuatu yang mengancam dunia. Selain itu, Presiden yang terbilang bersahaja dalam kehidupannya itu pun menyatakan bahwa saat ini dunia membutuhkan sebuah sistem baru untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ketidakadilan ekonomi.
"Sistem baru ini harus berdasarkan kasih sayang dan keadilan. Di dalamnya, harkat dan martabat manusia dihormati. Sistem baru ini menunjukkan bahwa minoritas memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan tanpa harus mempertimbangkan kebutuhan mayoritas," tutur Presiden yang berkerabat dekat dengan Hugo Chavez itu, seperti dikutip Times of Israel, Jumat, (22/6).
Dia menegaskan bahwa sistem itu diharapkan mampu mencegah potensi kerusakan martabat manusia yang saat ini sedang terancam. Ancaman ini khususnya dari sebuah sistem ekonomi yang mengatur manusia berperilaku. Presiden Ahmadinejad juga menyebut ketidakadilan yang dimaksudnya juga termasuk isu proliferasi nuklir.
Menurut Presiden Iran itu, selama ini negara-negara barat yang terbilang negara besar telah arogan, sebab membagi manusia dalam beberapa kelas yang berbeda dan membebaskan diri melakukan apa pun yang mereka inginkan.
"Kekuatan-kekuatan korup nan arogan telah memproduksi bom atom dan senjata kimia untuk digunakan melawan bangsa lain," papar Ahmadinejad.(tmi/bhc/frd)
|