JAKARTA, Berita HUKUM - Sekerumunan massa berjumlah puluhan orang yang mengatasnamakan dari Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (KAMERAD) pada hari Selasa siang (22/12) menggelar aksi unjuk rasa yang meminta agar Komjen Pol. Anang Iskandar, KaBareskrim mengusut kasus Pelindo II dan makin ganas dan berani mengusut kasus-kasus. Aksi Unras awalnya dilangsungkan di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), namun selanjutnya diarahkan untuk pindah lokasi ke depan gedung Museum Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta.
Mereka menuding adanya kemandulan Bareskrim yang dianggap bermula dari kasus R.J Lino, karena soalnya sewaktu masa Komjen Pol. Budi Waseso selaku Kabareskrim dahulu sudah melakukan penggerebekan. Tapi ternyata sudah melewati masa berbulan-bulan tidak jadi 'tersangka'. Haris Pertama selaku Koordinator Presidium Kamerad merasa bahwa, "sejauh ini tidak ada kasus yang berhasil diungkap oleh Komjen Pol. Anang Iskandar serta tidak ada kinerja yang patut diacungi jempol. Sehubungan dengan kasus yang sebelumnya berhasil diungkap Kabareskrim sebelumnya dianggap mandeg di Kabaresktim Mabes Polri," ungkap Ketum Kamered tersebut.
"Tuntutan KAMERAD yakni menuntut agar Komjen Pol. Anang Iskandar mundur dari jabatannya, Bareskrim mengusut kasus Pelindo II, Kemudian menginginkan Bareskrim harus kembali menunjukkan taringnya," tegas Haris saat orasi di hadapan aktivis KAMERAD, Jakarta, Selasa (22/12).
Seperti diketahui, kasus Pelindo II yang melibatkan Direktur Utama (Dirut) Pelindo II RJ Lino kini telah diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan telah ditetapkan tersangka oleh KPK, dalam kasus mobil crane tahun 2010. Bahwa perbedaan kasus yang ditetapkan oleh KPK, dimana tentang persoalan Crane di tahun 2010, Crane ini sebagai awalan. Dan Buwas serta Victor Simanjuntak selaku mantan Dir. di Bareskrim juga pernah bilang bahwa, ada banyak kasus sebenarnya," papar Haris.
Aksi massa, selain memegang spanduk aksi berupa tuntutan meminta Kabareskrim mundur dari jabatannya, nampak saat Unras para demonstran, seorang anggota aksi membawa bingkisan berupa 'pakaian dalam perempuan' dan 'gigi palsu' secara simbolik. "Kita kasih 'gigi palsu' ini agar makin ganas dan berani lagi. Dan pelemahan yang terjadi ini, makanya kami berikan kado ini agar sadar," tandas Haris.(bh/mnd) |