ACEH, Berita HUKUM - Aliansi Mahasiswa (AM), dan Organisasi Kepemudaan (OKP), bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh, Senin (2/12) menyerahkan bantuan kepada Penderita Tumor Mata Najianda Darka (4 Tahun), warga Gampoeng (Desa) Geulumbuk dusun Makmur, kecamatan Kluet selatan, kabupaten Aceh Selatan. Najianda Darka harus berhenti sekolah di taman kanak-kanak (TK), akibat matanya digerogoti oleh Tumor ganas.
"Kariaman, orang tua Korban tergolong keluarga kurang mampu, yang berprofesi sebagai pengeruk pasir dengan penghasilan Rp.200 ribu perminggu, harus mencari biaya yang begitu besar untuk menyembuhkan sibuah hati dari penyakit tumor mata.
Pada tanggal 19 November 2013 yang lalu, Najianda Darka sudah di operasi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, namun perjuangannya belum selesai, Dokter menyarankan untuk pengecekan terhadap darah Darka, untuk di Kemo Traphy agar memastikan tidak ada lagi sel virus yang tertinggal.
"Mahasiswa Aceh dan Aceh besar dan SOPPA Lhokseumawe, didampingi ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Aceh, Anwar melakukan kunjungan dan menyerahkan bantuan kepada ayahanda Najianda Darka, di Rumah Sakit Umun (RSU) Dr.Zainal Abidin Banda Aceh.
"Aliansi Mahasiswa juga turut menyerahkan bantuan kepada Putri wahyuni (17 bulan), warga Gampoeng (Desa) Paya Kareung kecamatan Ganda Pura kabupaten Bireun, Putri harus menjalani Operasi karena tidak memiliki Anus, kedua Penderita tersebut saat ini masih membutuhkan uluran tangan kita semua," ujar Ketua KPAID-Aceh Tgk. Anwar dan Koordinator kegiatan Putra Rizki Pratama.
Bantuan ini merupakan hasil dari kerja keras Mahasiswa dan OKP Banda Aceh, Aceh Besar dan SOPPA Lhokseumawe yang sadar akan nilai-nilai kepedulian terhadap generasi bangsa, serta miris melihat kondisi pemerintah aceh hari ini yang kurang kesadaran, dalam memperhatikan nasib rakyat nya sendiri," Ujar Anwar.
"Lewat Gerakan ini dan bekerja sama dengan KPAID-Aceh, kami Mahasiswa dan Pemuda Aceh akan mendedikasikan diri membantu dan meringankan beban anak-anak bangsa. Kami juga akan mengawal dan menuntut Pemerintah untuk memperhatikan Hak Anak Anak Aceh, yang hari ini banyak terzolimi karena kesibukan pemerintah secara adminitratif, sehingga lupa kepada hak yang subtansial dalam memperhatikan generasi bangsa," pungkas Putra Rizki Pratama.
Pendidikan dan kesehatan merupakan bukti kepedulian mahasiswa dan pemuda Aceh dalam memberikan kontribusi bagi sesama, bukan hanya harus dan mesti dalam satu kelompok," pungkas Anwar.(bhc/kar) |