Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Selatan
Anjing Dibakar Picu Demonstrasi di Korea Selatan
Wednesday 23 Jan 2013 18:11:42
 

Aksi protes pembakaran seekor anjing.(Foto: Ist)
 
KOREA SELATAN, Berita HUKUM – Bukti dari tayangan CCTV mengenai Insiden pembakaran seekor anjing menuai kemarahan publik Korea Selatan (Korsel). Bahkan sebuah kelompok aktivis hewan menawarkan imbalan 3 juta won atau setara Rp 27 juta, bagi mereka yang mampu menangkap pelaku pembakaran tersebut.

Sebelumnya aksi-aksi demonstrasi para aktivis pecinta hewan ini juga telah pernah ditayangkan di televisi nasional, puluhan aktivis tersebut mengecam tindakan kekerasan kepada hewan, dan mengutuk tindakan menjadikan anjing dan kucing sebagai menu makanan.

Selain itu aksi keji pembakaran anjing terekam dalam CCTV yang kemudian ditayangkan di sejumlah televisi nasional. Dalam tayangan tersebut, terlihat seekor anjing dalam kondisi terbakar tengah berlari di antara mobil-mobil yang terparkir.

Tayangan tersebut langsung memicu perdebatan publik dan kemarahan masyarakat, terutama melalui situs jejaring sosial. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (23/1).

Disebutkan juga bahwa anjing tersebut kemudian berlari ke sebuah garasi di lingkungan itu, hingga akhirnya menyulut kebakaran di salah satu rumah di kawasan Yongin, Seoul sebelah selatan, pada Minggu (20/1).

Aksi keji ini kemudian memicu kecaman dari kelompok aktivis hewas setempat, Coexistence of Animal Rights on Earth. Kelompok tersebut bahkan menawarkan uang sebesar 3 juta won bagi setiap informasi atas pelaku atau dalang di balik aksi pembakaran anjing tersebut.

"Apapun yang ingin mereka lakukan, apakah mereka ingin membunuhnya, memakannya atau menyiksa anjing tersebut, hal ini tidak bisa ditolerir dengan alasan apapun," tegas kelompok tersebut.

Di Korsel, daging anjing merupakan salah satu hidangan tradisional yang dinikmati warga setempat. Namun seiring berkembangnya zaman, semakin banyak warga Korsel yang menentang hidangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang memalukan Korsel di dunia internasional.

Sementara itu di China, parlemen sedang membahas undang-undang yang bakal memenjarakan atau mendenda konsumen maupun penjual masakan daging anjing dan kucing. Tingkat konsumsi masakan berbahan hewan kesayangan manusia itu memang tinggi di kawasan Asia Timur, terutama China dan Korea.(dbs/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Korea Selatan
 
  Rakyat Korsel Memilih Presiden Beraliran Liberal, Moon Jae-in
  Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye Ditangkap
  Presiden Korea Selatan Resmi Dimakzulkan, Bagaimana Kasusnya?
  Parlemen Korsel Memakzulkan Presiden Park Geun hye
  Pesawat Pemburu Stealth AS Diterbangkan ke Korsel
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2