Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Demokrat
Anna Laporkan Ruhut ke Dewan Kehormatan Demokrat
Wednesday 27 Jul 2011 20:
 

Istimewa
 
JAKARTA- Upaya Rudhiantiana Legawati alias Anna Tobing memperkarakan suaminya, Ruhut Sitompul tak hanya berhenti di Bareskrim Polri dan Badan Kehormatan (BK) DPR. Ia bersama putra semata wayangnya Kristian Husein Sitompul kembali melaporkan ‘Si Poltak Raja Minyak’ itu kepada Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat.

Kedatangan Anna dan Kristian di sekretariat DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (27/7) itu, didampingi Penasehat Hukumnya, Hotman Paris Hutapea. Sama seperti di Mabes Polri dan DPR, Anna juga membawa semua dokumen perkawinannya dengan Ruhut, termasuk foto nikahnya. Anna mengaku tak ikhlas melihat sikap Ruhut yang mengaku perjaka untuk mengawini Diana Leovita.

Penyerahan dokumen termasuk surat nikah Ruhut dan Anna, diserahkan Kristian kepada Kepala Sekretariat DK PD Sumantoro Radjiman. "Laporan dari Nyonya Ruhut yang telah menyampaikan ke Dewan Kehormatan Demokrat. Setelah ini, kami sampaikan untuk diproses selanjutnya sesuai AD/ART dan peraturan," ujarnya.

Menurut Anna, dirinya mengikuti instruksi Ketua Dewan Pembina Demokrat SBY yang berjanji akan menangani kader bermasalah. Hal inilah yang dijadikan acuan bagi Anna Rudhiantiana Legawati beserta putra semata wayangnya Kristian Husein Sitompul untuk melaporkan suaminya, Ruhut Sitompul ke Dewan Kehormatan Demokrat. "Sekali lagi, kami tidak ingin dipolitisasi," jelas Anna.

Menurut Anna, Ruhut yang ketahuan menikah dengan perempuan lain dengan tidak mengakui Anna dan Kristian sebagai istri dan anaknya, telah melanggar asas rumah tangga, moral, dan etik partai. "Itulah saya menganggap Ruhut salah satu kader bermasalah. Jika merujuk pernyataan SBY, dia harus segera ditindak. Ruhut telah melanggar moral, etika dan peraturan partai, dia harus keluar dari kepengurusan partai,” ujarnya.

Sebelumnya, Ruhut Sitompul mengaku, enggan meladeni upaya istri pertamanya, Anna Tobing. Tindakan yang menimpa dirinya tersebut bukanlah sebuah peristiwa baru dan kemudian diungkit-ungkit kembali saat ini. Ia juga menyebut masalah dia dengan Anna, karena perbedaan agama. Ruhut pun menuding Anna mempolitisasi masalah ini, karena Anna pernah dua periode duduk dalam kepengurusan Partai Golkar.

Seperti diberitakan, Anna dan Ruhut menjalin rumah tangga selama 17 tahun. Namun, Ruhut secara diam-diam menikahi Diana Leovita di Manado. Saat menikahi perempuan dua anak ini, Ruhut mengaku perjaka dan belum berumah tangga. Ia diduga memalsukan identitas, padahal saat itu dari KTP-nya, Ruhut berstatus kawin.(bie)



 
   Berita Terkait > Partai Demokrat
 
  'Unboxing' Kargo Tim Ducati Secara Ilegal, Dede Yusuf: Malukan Negara Indonesia
  Ungkap Perintah Jokowi Soal Moeldoko, Mahfud: Meskipun Dia Teman, Tolak jangan Disahkan
  Andi Arief Bikin Percakapan Imajiner Yusril Lupa Anaknya Didukung Demokrat
  Prediksi SBY, Kepemimpinan AHY Menjanjikan Sukses Baru Pemilu 2024
  CISA Rilis AHY Alami Peningkatan Elektabilitas, Wakil Ketua MPR: itulah Esensi Harapan Rakyat
 
ads1

  Berita Utama
Koalisi Masyarakat Kaltim Tolak UU IKN: Cacat Prosedural

Fraksi PKS Tolak Tetapkan RUU Ibu Kota Negara Jadi UU

Muslim Arbi: KPK Harus Berani Usut Dugaan KKN Anak Jokowi seperti Saat Tangkap Besan SBY

Proyek Pembangunan IKN Berpotensi Mangkrak dan 'Overbudget'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kemenkes: Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Kedua Pasien Memiliki Komorbid

Ingatkan Jokowi Soal Ancaman Pemakzulan, MS Kaban: UU IKN Cacat Hukum dan Langgar UUD 1945

BNSP Saksikan Langsung SKW Perdana LSP Pers Indonesia

Pembelajaran Daring Anak Berkebutuhan Khusus di Kesamben Tidak Berhasil. Banyak Orang Tua Tidak Bisa Zoom

Koalisi Masyarakat Kaltim Tolak UU IKN: Cacat Prosedural

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2