Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Antasari Azhar
Antasari Tegaskan Saat Jalani Proses Hukum Masih Berstatus Jaksa Aktif
Thursday 20 Jun 2013 10:10:19
 

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Konstitusi kembali melanjutkan sidang pengujian Pasal 8 ayat (5) Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan yang diajukan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang diwakili Boyamin Saiman. Menurut Para Pemohon, izin dari Jaksa Agung kepada kepolisian wajib dilakukan untuk melakukan proses hukum terhadap jaksa yang terlibat kasus pidana.

Dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu (19/06) untuk perkara nomor 55/PUU-XI/2013, ketua MAKI Boyamin menjelaskan kepada majelis hakim konstitusi yang dipimpin Ketua MK Akil Mochtar, telah melakukan perbaikan permohonan sesuai dengan nasihat hakim konstitusi dalam sidang terdahulu. Selain ada penambahan pasal dalam Undang-Undang Dasar (UUD) yang dijadikan sebagai batu uji, yaitu pasal 27 UUD 1945.

Ditambahkan Boyamin, permohonan ini juga merujuk pada putusan MK mengenai izin presiden terhadap kepala daerah yang terlibat kasus pidana, serta putusan MK dalam perkara 49/PUU-X/2012, dimana MK memutus seorang notaris dapat dipanggil polisi tanpa harus meminta persetujuan Dewan Pengawas Daerah organisasi profesi notaris.

Dalam sidang sebelumnya pada hari Rabu (5/6), para pemohon mempersoalkan Pasal 8 ayat (5) yang dimohonkan untuk diuji tersebut kerap dijadikan tameng oleh jaksa yang terlibat dalam beberapa kasus pidana untuk tidak memenuhi panggilan polisi dalam proses pemeriksaan. Ketentuan yang diuji itu berbunyi “Dalam hal melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) jaksa diduga melakukan tindak pidana, maka pemanggilan, pemeriksaan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan terhadap jaksa yang bersangkutan hanya dapat dilakukan atas izin Jaksa Agung.”

Usai persidangan, Antasari yang hadir dalam sidang kali ini menegaskan, ketika ditangkap pada 2009 dirinya masih menjabat sebagai jaksa aktif yang ditugaskan oleh Kejaksaan Agung ke KPK dan kemudian terpilih sebagai ketua. Lebih lanjut Antasari mengungkapkan pada saat penangkapan dirinya tidak ada izin dari Jaksa Agung, sehingga seharusnya proses hukum yang dialaminya tersebut batal demi hukum. “Karena tetap diteruskan, jadi untuk apa pasal itu,” ujar Antasari Azhar menerangkan alasan pengujian pasal itu.

Dalam tuntutannya, Para Pemohon meminta kepada MK agar ketentuan pasal tersebut dinyatakan bertentangan dengan konstitusi, sehingga polisi dapat melakukan penangkapan dan penahanan terhadap jaksa tanpa harus ada izin dari jaksa agung.(ilh/mk/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Antasari Azhar
 
  Antasari Azhar Menuding Keteribatan SBY dalam Kasus Kriminalisasinya
  Acara Syukuran, Antasari Azhar: Saya Tak Ada Masalah dengan SBY
  Kuasa Antasari Azhar Perbaiki Permohonan Uji UU Grasi
  MK: Tindakan Kepolisian terhadap Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung
  MK Tolak Gugatan UU Kejaksaaan, Antasari: Penahanan Saya Batal Demi Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2