Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
KPAID
Anwar Cegat Zaini di RSUDZA Pertanyakan Nasib Anak Aceh
Saturday 25 Jan 2014 02:56:23
 

Gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah Saat Menerima Pertanyaan Dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh Teunku Anwar.(Foto: BH/dhi)
 
ACEH, Berita HUKUM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh Tengku Anwar Jum'at (24/1) kembali mencegat Gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, saat melakukan kunjungan pada Rumah sakit Umum Dokter Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Menurut Tengku Anwar, hal tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan, untuk menyampaikan persoalan nasib anak-anak di Aceh, yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Ini merupakan pertemuan saya yang ke dua kalinya, setelah pertemuan pertama di gedung serba guna kantor Gubernur Aceh, pada saat acara pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu yang lalu," ujar Anwar.

Dalam pertemuan tersebut Anwar yang akrab di sapa ayah anak Aceh, menyampaikan kepada Dato Zaini kondisi anak-anak Aceh saat ini sudah hancur dan sangat memprihatinkan, "ini merupakan yang kedua kalinya saya dsampaikan pada bapak," ucap Anwar pada Zaini Abdullah.

Anwar dengan nada kesal dan kecewa yang sangat mendalam mengatakan pada orang nomor 1 di Aceh tersebut, "Pemerintah Aceh saat ini tidak pernah ada perhatian terhadap anak-anak di aceh, terutama anak-anak korban konflik, atau biar saya cabut dan antar saja Plang nama KPAID Aceh ke kantor Gubernur, atau ke Gedung DPR-Aceh," tegas Anwar lagi.

Sementara itu Gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, mempertanyakan bagaimana Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) kepada Teungku Anwar.

Dengan spontan Anwar menjawab, "BP3A itu munafik," dengan jawaban yang sangat kesal.

Menanggapi hal tersebut Zaini Abdullah yang diapit Direktur RSUDZA dan Wadir Pelayanan beserta rambongan meminta untuk segera di agendakan pertemuan dengan KPAID untuk membahas masalah anak-anak di Aceh. "Anwar bersama tim Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), berada di RSUDZA saat memantau salah seorang anak penderita Tumor dari Kabupaten Bireun yang gagal di Operasi, Pungkas Anwar.(bhc//kar/ydi)



 
   Berita Terkait > KPAID
 
  YARA dan KPAID Aceh Sambangi Rutan Idi Rayeuk
  Anwar Cegat Zaini di RSUDZA Pertanyakan Nasib Anak Aceh
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2