ACEH, Berita HUKUM - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh Tengku Anwar Jum'at (24/1) kembali mencegat Gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, saat melakukan kunjungan pada Rumah sakit Umum Dokter Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Menurut Tengku Anwar, hal tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan, untuk menyampaikan persoalan nasib anak-anak di Aceh, yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Ini merupakan pertemuan saya yang ke dua kalinya, setelah pertemuan pertama di gedung serba guna kantor Gubernur Aceh, pada saat acara pelantikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu yang lalu," ujar Anwar.
Dalam pertemuan tersebut Anwar yang akrab di sapa ayah anak Aceh, menyampaikan kepada Dato Zaini kondisi anak-anak Aceh saat ini sudah hancur dan sangat memprihatinkan, "ini merupakan yang kedua kalinya saya dsampaikan pada bapak," ucap Anwar pada Zaini Abdullah.
Anwar dengan nada kesal dan kecewa yang sangat mendalam mengatakan pada orang nomor 1 di Aceh tersebut, "Pemerintah Aceh saat ini tidak pernah ada perhatian terhadap anak-anak di aceh, terutama anak-anak korban konflik, atau biar saya cabut dan antar saja Plang nama KPAID Aceh ke kantor Gubernur, atau ke Gedung DPR-Aceh," tegas Anwar lagi.
Sementara itu Gubernur Aceh Dr.Zaini Abdullah, mempertanyakan bagaimana Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) kepada Teungku Anwar.
Dengan spontan Anwar menjawab, "BP3A itu munafik," dengan jawaban yang sangat kesal.
Menanggapi hal tersebut Zaini Abdullah yang diapit Direktur RSUDZA dan Wadir Pelayanan beserta rambongan meminta untuk segera di agendakan pertemuan dengan KPAID untuk membahas masalah anak-anak di Aceh. "Anwar bersama tim Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), berada di RSUDZA saat memantau salah seorang anak penderita Tumor dari Kabupaten Bireun yang gagal di Operasi, Pungkas Anwar.(bhc//kar/ydi) |