ACEH, Berita HUKUM - Atlet dayung tuan rumah pekan olah raga (Pora) ke XII kabupaten Aceh Timur merasa sangat bangga bisa bertanding melawan tim tangguh dari kontingen kabupaten/kota lain yang sudah berpengalaman, dan pernah menjadi juara pada even Pora sebelumnya.
Hal itu di sampaikan sejumlah atlet pada pewarta ini, pada babak semi final di arena lomba dayung tempat pendaratan Ikan (TPI) Rantau Selamat Kecamatan Birem Bayeun.
Menurut Amelia, atlet asal Kuala Bugak Kecamatan Perlak pada awak media ini, "walaupun kami kalah tapi kami sangat bangga bisa bertanding melawan tim tim tangguh, mereka sudah berpengalaman, kalau kita atlet dayung aceh timur baru pertama bertanding, dan baru mengenal gagang pengayuh, kami sangat bangga sekali, kalau kami masih diberikan kesempatan pada Pora ke XIII nanti, kita akan berbuat yang terbaik untuk Aceh Timur".
Lebih Lanjut menambahkan, "kami mengakui keunggulan atlet dayung dari Banda Aceh, mereka benar benar berjiwa atlet, berbeda dengan atlet tuan rumah Aceh Timur, kami baru memegang dayung dua hari sebelum bertanding, sebelumnya Cuma latihan fisik saja, sebelumnya kami satu bulan latihan di Banda Aceh, sebagai atlet pemula Aceh Timur” ujar Amelia.
Sementara Syafira Barona pelajar SMAN I Perlak yang menjadi atlet Dayung tuan rumah mengisahkan pada awak media ini, Rabu (18/6) di arena perlombaan Dayung yang mengisahkan, diri nya mengenal saat di tawarkan Kepala sekolahnya pada bulan Juli tahun 2013 lalu, saat itu, “kepala sekolah SMAN I menanyakan pada kami siapa yang maiu ikut lomba dayung, saya salah seorang yang ikut mendaftar, “ujar Syarifah.
Setelah itu kami di promosi, pada bulan November tahun 2013, dan lulus seleksi pada bulan Maret tahun 2014 lalu, jadi kami cuma sekitar 2 bulan setengah latihan, "wajar kalau kami kalah, lagi pula fasilitasnya kami tidak ada, latihan kami bukan dengan sampan, kami disini latihannya menggunakan rakit kayu yang di ikat Drum kosong, bagi saya wajar atlet Aceh Timur, tidak mendapatkan medali, “ sebut Syarifah.
“Sebelumnya kami tidak pernah tahu jenis jenis perlombaan, waktu di Banda Aceh kami baru mengenal jenis sampan Dragon, sebelumnya kami belum tahu, namun demikian kami sangat bangga walau belum bisa mempersembahkan medali untuk Aceh Timur,” pungkas Syarifah.(bhc/kar) |