Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Narkoba
Bali Tempat Transit Narkoba Jaringan Internasional
Sunday 30 Oct 2011 21:22:35
 

Ilustrasi shabu-shabu (Foto: Ist)
 
DENPASAR (BeritaHUKUM.com) – Selain Jakarta, ternyata Bali juga kerap dijadikan tempat transit jaringan narkoba international. Pasalnya, dalam satu bulan belakangan ini, ada tiga kasus penyelundupan shabu-shabu melalui Bandara Ngurah Rai. Total barang bukti yang berhasil disita petugas Bea dan Cukai dari tangan para penyelundup itu mencapai 10 kilogram.

“Bandara Internasional Ngurah Rai cenderung dijadikan sebagai transit saja para pelaku. Boleh jadi bandar besarnya berasal dari Jakarta. Ada juga bandarnya yang tinggal di Bali untuk menunggu pesanan datang. Jaringan ini menggunakan warga lokal sebagai kurir dan pengendalinya warga asing,” kata Kepala Bea dan Cukai (BC) Bali, I Made Wijaya di Denpasar, Minggu (30/10).

Menurut dia, dengan masuknya narkoba ke Bali, sangat jelas menunjukkan bahwa Bali masih menjadi target bisnis narkoba. Untuk itu, BC akan terus melakukan operasi operasi pemeriksaan secara ketat terhadap para penumpang yang berangkat dan tiba di bandara tersebut. “Kami akan memperketat pemeriksaan terhadap penumpang yang mencurigakan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kasubid Humas Polda Bali AKBP Suci Wiantara mengatakan, sejumlah tempat hiburan serta pintu-pintu masuk Bali merupakan target dari bisnis barang haram tersebut. Atas dasar ini, pihaknya akan melakukan operasi khusus terhadap tempat-tenpat itu. “Lokasi itu yang kerap dijadikan lokasi bisnis narkoba. Tapi kami akan terus melakukan operasi,” ujarnya.

Kepolisian, lanjut Wiantara, akan terus menjalin koordinasi dengan steakholder, termasuk petugas BC Bandara Ngurah Rai. Kewenangan melakukan pengecekan dan pemeriksaan setiap penumpang pesawat adalah tugas dari petugas BC, sedangkan polisi hanya melakukan pengawasan.

Jika ada yang dicurigai, polisi dipanggil untuk ikut melakukan pengecekan lebih dalam. Hal ini sudah lama berjalan dengan ditempatkannya kantor polisi di sekitar bandara. “Koordinasi sudah berjalan sangat baik, karena tiap ada kasus penyelundupan narkoba, BC selalu mengontak polisi untuk ikut melakukan pengawasan,” jelas Wiantara.(beb/sut)



 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
  BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
  2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
  Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
  5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2