ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banser Rakyat Aceh (BRA), mengutuk tindakan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR-A), yang menganggarkan anggaran untuk pengukuhan Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe Aceh.
Hal tersebut di sampaikan Ketua LSM Banser Rakyat Aceh Efendi
alias Coboy pada awak media ini rabu 2/10 di Banda Aceh," menurut Coboy usulan dana Rp 50 M, untuk pengukuhan Wali Nanggroe sangat tidak rasional, DPR Aceh terkesan kurang peka dengan nasib masyarakat Aceh.
"Rakyat Aceh saat ini masih banyak yang hidup dalam kesusahan, Hal ini sudah sangat nyata apa yang dibutuhkan rakyat aceh saat ini, seperti kondisi pendidikan, sosial, dan kesehatan masih belum maksimal, Kami juga menilai DPR Aceh sudah kurang peduli terhadap nasib masyarakatnya yang masih banyak hidup, yang masih terjerat kemiskinan dan duafa,."
Seharusnya DPR Aceh berfikir bagaimana cara untuk mensejahterakan rakyat aceh secara menyeluruh, Bukan sebaliknya mengambil uang rakyat hanya untuk membuat pesta di atas penderitaan rakyat aceh," Saat ini di Aceh sudah lahir pemimpin yang tidak merakyat, dan mengkhianati rakyat," ujar Coboy.
"Kami juga berharap kepada Perasiden dan Mandagri untuk tidak mengesahkan Qanun Wali Nanggroe, apa lagi untuk penlantikan Wali Nangroe, Rakyat Aceh sudah sangat menderita dengan konflik yang berkepanjangan, dan di tambah lagi, dengan lahirnya pemimpin yang zalim, yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja," ujar Coboy lagi.
Dimana mata hati para pemimpin Aceh saat ini, sekarang masih banyak rakyat Aceh yang menderita, akibat dari konflik Aceh, Lebih baik perhatikan nasib mereka, ketimbang acara hura-hura, uang 50 M
itu tidak sedikit, jika digunakan untuk membagun rumah duafa, bisa mencapai 1.000 an unit rumah lebih," pungkas Coboy.(bhc/kar) |