Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
WEF
Batal Hadiri WEF di Swiss, Presiden Ingin Fokus Tangani Bencana
Wednesday 22 Jan 2014 15:44:27
 

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan rencana menghadiri Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu (22/1) hingga Sabtu (25/1) ini. Presiden ingin fokus memantau penanganan tanggap darurat bencana alam di beberapa daerah di Indonesia dan turun langsung meninjau lokasi bencana.

Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menyampaikan hal ini kepada laman ini, Rabu (22/1) siang. "Presiden memuutuskan tidak hadir karena lebih mengutamakan penangananan bencana yang terjadi di beberapa wilayah di tanah air akhir-akhir ini," kata Julian. Untuk WEF Davos akan diwakili Menkeu Chatib Basri.

Sebenarnya Presiden SBY diharapkan hadir pada WEF 2014. Menurut rencana, Professor Klaus Schwab, Pendiri dan Ketua WEF, akan memberikan penghargaan A Global Statesman Award kepada SBY atas berbagai prestasi dan capaian selama 10 tahun memimpin Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam capaian ekonomi, kemanusiaan dan demokrasi.

WEF pernah memberikan penghargaan serupa kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada tahun 2010. Hanya sedikit kepala negara ataupun kepala pemerintahan yang mendapatkan penghargaan A Global Statesman Award tersebut.

Untuk memantau penanganan bencana, Selasa (21/1) keamrin Presiden memimpin rapat terbatas yang khusus membahas masalah penanganan bencana. Dalam rapat tersebut, Presiden mendengarkan laporan terkini tentang penanganan bencana di beberapa daerah, khususnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara dari Kepala BNPB Syamsul Ma'arif dan mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, serta Menko Kesra Agung Laksono.

Selama rapat tersebut, Presiden juga sempat menelepon langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jambi, Pejabat Sementara Gubernur Maluku, dan Gubernur Bengkulu untuk menanyakan upaya penanganan bencana. "Presiden menerima laporan dari para gubernur bahwa sejauh ini Pemerintah Provinsi dapat menangani bencana dengan baik dan belum memerlukan bantuan dari pemerintah pusat sebagaimana yang ditawarkan Presiden," Julian menjelaskan.

Sebelumnya, Presiden juga telah menelepon Gubernur DKI Joko Widodo, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Meskipun Pemerintah Provinsi atau Pemda yang terdepan dalam penanganan bencana, Presiden telah memerintahkan jajaran BNPB, TNI ,dan Polri untuk siap membantu bilamana terjadi bencana dimanapun," Julian menambahkan.

Presiden SBY besok, Kamis (23/1) rencana akan meninjau langsung posko pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Kunjungan ke Sinabung ini sudah dijadwalkan sejak awal pekan lalu.

Selasa (21/1) sore kemarin, SBY menggelar rapat terbatas membahas penanganan bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia. Selama rapat, Presiden melakukan kontak telepon dengan lima gubernur yang daerahnya mengalami bencana, yakni Gubernur Jawa Tengah, Bengkulu, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Seusai rapat, SBY langsung meninjau posko pengungsi korban bencana alam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, keduanya di Jawa Barat.

Sebelumnya, pada Minggu (19/1) lalu, Presiden juga berbicara langsung melalui telepon dengan gubernur di tiga wilayah bencana, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Sulawesi Utara.(har/yun/pdn/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2