Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Microsoft
Beli Skype, Microsoft Rogoh Kobek Rp 75 Triliun
Wednesday 19 Oct 2011 01:20:57
 

Ilustrasi (Foto: Gamerant.com)
 
Kabar Skypersoft ternyata bukan lagi sekedar omong kosong. Ternyata, Microsoft sepakat membeli Skype senilai 8,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp75 triliun. Pembelian Microsoft ini merupakan yang terbesar, karena sebelumnya adalah perusahaan iklan online aQuantive yang merogoh kocek hingga senilai 6 miliar dolar AS pada 2007 lalu.

"Skype adalah produk fenomenal dan digandrungi oleh ratusan juta orang di seluruh dunia. Divisi Skype akan terus menawarkan produk-produk terbaru ke jutaan pengguna di seluruh dunia," kata Kepala Eksekutif Microsoft Steve Ballmer dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan LA Times.

Selanjutnya, untuk jangka panjang, Skype akan diintegrasikan ke berbagai produk Microsoft untuk memperluas jangkauan Skype dan mempercepat akselerasi pertumbuhan cara orang berkomunikasi melalui online.

Menurut Bates, kombinasi Microsoft dan Skype akan mampu mempercepat misi Skype mencapai 1 miliar pengguna setiap hari. Perangkat lunak Skype digunakan oleh 170 juta orang setiap bulan melalui PC, tablet, ponsel pintar bahkan TV. Skype memungkinkan pengguna di rumah berbicara dengan suara atau video melalui web secara gratis.

Sedangkan mengenai nasib karyawan Skype akan tetap berada di kantornya masing-masing. Begitu pula yang ada Estonia, Republik Ceko, Rusia, Swedia, Inggris, Luksemburg, Jepang, Singapura, Hong Kong, dan Amerika Serikat. (ant/sya)



 
   Berita Terkait > Microsoft
 
  Ditekan Pemerintah, Microsoft Tutup LinkedIn di Cina
  Cara Membedakan Produk Microsoft Asli dan Palsu
  Microsoft Mengakuisisi LinkedIn Senilai Rp346 Triliun
  Polda Metro Jaya Bongkar Pedagang Ilegal Microsoft Windows Palsu
  Microsoft akan PHK 7.800 di Unit Telepon Genggam
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2