Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
TNI
Bentrok TNI di Sukoharjo Tidak Ada Hubungannya dengan Unsur Kesatuan
Friday 05 Jun 2015 03:00:46
 

Pangkoops AU) I, Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto saat di di Lanud Tanjung Pandan, Bangka Belitung, Rabu (3/6).(Foto: BH/yub)
 
BANGKA BELITUNG, Berita HUKUM - Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoops AU) I, Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto memberikan statmen saat di tanya awak media ihwal adanya kejadian bentrok oknum anggota TNI AU dan oknum prajurit Kopassus Grup II Kandangmenjangan di sebuah kafe di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dia menegaskan, bentrokan anggota tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan unsur kesatuan. Bentrok tersebut sebelumnya terjadi di halaman parkir tempat karaoke Bimo, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah pada, Minggu (31/5) lalu sekitar pukul 03.00 Wib.

"Tidak ada istilah dendam, kalau orang mengatakan itu oknum jadi tidak membawa nama TNI AU," katanya kepada wartawan di Lanud Tanjung Pandan, Bangka Belitung, Rabu (3/6).

Menurut Dwi, semua pihak harus mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Dia berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Ini cobaan dari Allah. Sudah dilaksanakan imbauan dari Mabes TNI, seperti sholat berjamaah dan lain-lainnya," ucapnya.

Oleh karenanya, dirinya selalu mewanti-wanti kepada bawahannya, agar tidak mengunjungi tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan konflik atau gesekan dengan pihak luar.

"Dan sudah sangat tegas bahwa, semua anggota TNI dilarang mendatangi tempat-tempat tersebut, karena tempat-tempat tersebut sangat rawan berpotensi terjadi keributan," jelas Marsda Agus Dwi Putranto.

Pangkoops AU I, juga membantah jika sejumlah anggota TNI AU tersebut tengah mengadakan reuni di kafe malam itu.

"Reuni mereka itu di lanud siang hari, malamnya makan di lanud. Sebagian mereka mungkin lupa, ada yang ngajak, jadi lah kejadian itu," bebernya.

Sekali lagi Dwi menegaskan bahwa, mereka yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan OKNUM'. Sebab, tempat hiburan juga termasuk tempat yang dilarang untuk didatangi para anggota TNI.

"Karena itu wilayah Koopsau II bukan kewenangan saya. Mungkin mereka sendiri, bukan untuk misi TNI," tutupnya.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2