BANGKA BELITUNG, Berita HUKUM - Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoops AU) I, Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto memberikan statmen saat di tanya awak media ihwal adanya kejadian bentrok oknum anggota TNI AU dan oknum prajurit Kopassus Grup II Kandangmenjangan di sebuah kafe di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dia menegaskan, bentrokan anggota tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan unsur kesatuan. Bentrok tersebut sebelumnya terjadi di halaman parkir tempat karaoke Bimo, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah pada, Minggu (31/5) lalu sekitar pukul 03.00 Wib.
"Tidak ada istilah dendam, kalau orang mengatakan itu oknum jadi tidak membawa nama TNI AU," katanya kepada wartawan di Lanud Tanjung Pandan, Bangka Belitung, Rabu (3/6).
Menurut Dwi, semua pihak harus mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Dia berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Ini cobaan dari Allah. Sudah dilaksanakan imbauan dari Mabes TNI, seperti sholat berjamaah dan lain-lainnya," ucapnya.
Oleh karenanya, dirinya selalu mewanti-wanti kepada bawahannya, agar tidak mengunjungi tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan konflik atau gesekan dengan pihak luar.
"Dan sudah sangat tegas bahwa, semua anggota TNI dilarang mendatangi tempat-tempat tersebut, karena tempat-tempat tersebut sangat rawan berpotensi terjadi keributan," jelas Marsda Agus Dwi Putranto.
Pangkoops AU I, juga membantah jika sejumlah anggota TNI AU tersebut tengah mengadakan reuni di kafe malam itu.
"Reuni mereka itu di lanud siang hari, malamnya makan di lanud. Sebagian mereka mungkin lupa, ada yang ngajak, jadi lah kejadian itu," bebernya.
Sekali lagi Dwi menegaskan bahwa, mereka yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan OKNUM'. Sebab, tempat hiburan juga termasuk tempat yang dilarang untuk didatangi para anggota TNI.
"Karena itu wilayah Koopsau II bukan kewenangan saya. Mungkin mereka sendiri, bukan untuk misi TNI," tutupnya.(bh/yun) |