PAKISTAN, Berita HUKUM - Polisi di Pakistan bentrok dengan para pengunjuk rasa yang marah terhadap majalah Prancis Charlie Hebdo sehubungan diterbitkannya kartun Nabi Muhammad oleh majalah itu.
Setelah sembahyang Jumat, pasukan keamanan menggunakan meriam air dan peluru untuk menahan pergerakan kerumunan mahasiswa yang berkumpul di konsulat Prancis di kota Karachi, Pakistan selatan.
Wartawan BBC di Islamabad melaporkan bahwa jumlah pengunjuk rasa yang hadir, menurut ukuran Pakistan, tidaklah besar.
Pengunjuk rasa yang berasal dari kelompok mahasiwa dari partai keagamaan Jamaat-e-islami itu menyatakan menentang atas dimuatnya gambar kartun Nabi Muhammad di majalah satire tersebut.
Unjuk rasa dilakukan satu hari setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif memimpin parlemen untuk mengecam kartun yang dipandang warga Islam sebagai suatu penghinaan.
Ribuan pendukung Jamaat-ud-Dawa, yang memiliki kaitan dengan kelompok militan yang dilarang Lashkar-e-Taiba dijadwalkan akan juga melakukan unjuk rasa, kata kantor berita AFP.
Taliban Pakistan sudah mengeluarkan pernyataan yang mendukung dua bersaudara yang melakukan penyerangan di Paris yang menewaskan 17 orang.
Sementara itu para pengacara di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di sebelah barat laut negara itu dan di Punjab tengah menegaskan akan memboikot sidang-sidang pengadilan untuk menunjukkan ketidaksukaan terhadap kartun tersebut.(BBC/bhc/sya) |