JAKARTA, Berita HUKUM - Privasi jadi barang langka saat ini, terutama usai meledaknya kasus penyadapan NSA (National Security Agency) pada berbagai gadget. Untuk itulah dibuat Blackphone, smartphone pertama antipenyadapan NSA.
Dalam situs resminya, Blackphone diklaim sebagai smartphone pertama di dunia yang mengedepankan privasi dan kontrol di antara hal lainnya.
Kemunculannya diinisiasi oleh Phil Zimmermann yang memiliki perusahaan software keamanan bernama Silent Circle. Silent Circle kemudian bermitra dengan perusahaan Spanyol, Geeksphone, seperti dilansir ExtremeTech.
Blackphone akan menjalankan versi ubahan dari Android yang disebut PrivatOS. Sifatnya GSM unlocked, open source, dan disebut memiliki jeroan kelas atas dengan fitur yang menggunakan software enkripsi yang aman, meski tidak diungkap secara eksplisit.
Nantinya, Anda dapat melakukan dan menerima panggilan telepon, bertukar pesan teks, pertukaran dan penyimpanan file, melakukan video chat, browsing, semuanya dilakukan secara aman dan anonimitas aktivitas Anda melalui VPN.
Jika Anda tertarik, perangkatnya akan diungkap secara rinci serta pembukaan pesanan pre-order yang bakal berlangsung di gelaran Mobile World Congress (MWC) 2014 pada Februari mendatang.(ikh/exm/bhc/rby) |