Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Ekonomi Rakyat
Budidaya Lele Perkuat Ekonomi Jateng
Monday 17 Mar 2014 00:08:27
 

 
DEMAK, Berita HUKUM - Budidaya Lele kini semakin diminati masyarakat, karena merupakan bisnis menguntungkan. Banyak keunggulan budidaya lele dibanding ikan air tawar lainnya. Diantaranya, lele lebih cepat besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Hanya dalam waktu 3 bulan, lele sudah dapat dipasarkan. Pasarnya tidak pernah sepi dan harganyapun stabil. Pertimbangan inilah yang menjadikan lele menjadi primadona masyarakat Jawa Tengah. Sedikitnya 3.300 pembudidaya lele yang bergabung dalam wadah koperasi kini menjadi penopang tumbuhnya perekonomian masyarakat Jawa Tengah. Dari budidaya kolam, tahun 2013 lalu provinsi Jawa Tengah menyumbang produksi ikan air tawar sebanyak 112 ribu ton.

Jawa Tengah memang dikenal sebagai penghasil lele terbesar kedua setelah Jawa Barat. Adapun sentra budidaya ikan lele di provinsi ini tersebar di beberapa kabupaten. Produksi ikan lele tertinggi di Jawa Tengah terletak di kabupaten Demak dan merupakan sentranya budidaya lele. Produksi lele dari Demak cukup besar yaitu sekitar 14.432 ton tahun 2013. Sentra budidaya lele lainnya terdapat di kabupaten Banyumas, Purbalingga, Sukoharjo dan Karang Anyar serta Boyolali. Budidaya lele di Jawa Tengah sebagian besar berasal dari budidaya kolam. Mulai tahun 2006 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan budidaya lele dengan berbagai teknik. Kini banyak berkembang budidaya lele di sawah model minapadi, dikaramba jaring apung serta kolam terpal. "Budidaya lele memang cukup menguntungkan. Apalagi, kini masyarakat mulai kreatif dengan pengasapan ikan lele seperti yang dilakukan masyarakat desa Wonosari Demak," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, pada saat panen ikan lele dan peninjauan ke lokasi pengasapan ikan lele di desa Wonosari Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Minggu (16/3).

Menurut Sharif, desa Wonosari kecamatan Bonang memiliki keunggulan dibidang budidaya karena menjadi sentra produksi dan pengolahan ikan lele yang dikenal dengan ikon "jambu lele". Bahkan melalui Ikon lele jambu atau bule, pembudidaya lele di Wonosari sudah menerapkan prinsip blue economy di wilayahnya. Dimana, limbah dari kolam lele yang ada di desa ini dimanfaatkan sebagai pupuk cair untuk menyirami tanaman buah jambu yang sengaja di tanam di dekat kolam lele. Hasilnya tanaman jambu berbuah cukup lebat. Hasil produksi buah jambu jenis Citra dan Delima yang terkenal manis desa Wonosari sekitar 150 ton/tahun. Sementara itu produksi lele sekitar 14.432 ton pada tahun 2013.

Prinsip blue economy kata Sharif, memang sangat tepat diterapkan di sentra produksi perikanan budidaya seperti di desa Wonosari. Konsep minapolitan dan industrialisasi juga telah dilakukan di Desa ini, dimana kegiatan produksi telah disinergikan dengan kegiatan pengolahan ikan dalam bentuk pengasapan pada kawasan budidaya air tawar yang cukup luas, sekitar 83 ha. Berdirinya pabrik pengasapan ikan yang menghasilkan kurang lebih 5 ton ikan asap per hari mendukung berjalannya konsep blue economy. Limbah budidaya lele dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas jambu sehingga para pembudidaya mendapatkan dua pendapatan sekaligus, yang berarti meningkatkan penghasilan para pembudidaya. Disamping itu pabrik pengasapan ikan akan meningkatkan nilai tambah produk ikan yang ada serta banyak menyerap tenaga kerja untuk membudidayakan lele dan jambu serta mengolah ikan asap. "Tenaga kerja yang di serap di sektor budidaya lele adalah 200 orang sedangkan untuk pengasapan ikan sebanyak 240 orang," tambahnya.(bhc/pjminews/rt)



 
   Berita Terkait > Ekonomi Rakyat
 
  Budidaya Lele Perkuat Ekonomi Jateng
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2