Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Presiden SBY
Buka BDF VII, Presiden SBY Akan Berikan Bintang Kepada Aquino III dan Xanana Gusmao
Thursday 09 Oct 2014 14:19:21
 

Presiden SBY dan PM Timor Leste Xanana Gusmao.(Foto: Istimewa)
 
BALI, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat (10/10) besok, di Nusa Dua, Bali, dijadwalkan akan membuka Bali Democracy Forum (BDF) VII yang mengambil tema, “Evolving Regional Democratic Architecture: The Challenges Of Political Development, Public Participation And Socio-Economic Progress In The 21st Century”.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam siaran persnya hari Kamis (9/10) menyampaikan, BDF VII akan diawali dengan leaders session yang dipimpin bersama (co-chairs) oleh Presiden SBY dengan Presiden Filipina, Benigno Simeon Aquino III.

“Pada sesi ini, akan hadir dua kepala negara lainnya, yakni Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah; PM Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao; serta jajaran menteri dan kepala delegasi dari berbagai negara peserta,” kata Faizasyah.
Presiden SBY sendiri pada Jumat (10/10) besok, selain membuka acara juga akan memimpin diskusi paruh pertama BDF VII yang akan dilaksanakan seusai acara pembukaan.

Selain itu, menurut Faizasyah, dalam kunjungan kerja terakhirnya ke Bali kali ini, Presiden SBY juga akan memberikan Bintang Adipurna kepada Presiden Filipina Benigno Simeon Aquino III, dan Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmao.

“Penghargaan tersebut merupakan yang tertinggi yang dapat diberikan Pemerintah Indonesia kepada warga negara asing,” jelas Faizasyah.

Berbagi Pengalaman

Sejak diselenggarakan tahun 2008 lalu, terdapat beberapa kepala negara dan pemerintahan yang berpartisipasi sebagai co-chair Bali Democracy Forum (BDF), yaitu Australia, Jepang, Korea, dan Bangladesh.

Sementara itu, di antara negara-negara yang ketua delegasinya sempat berpartisipasi pada High Level Session, antara lain adalah Australia, Korea, Afghanistan, Timor Leste, Brunei, Turkey, Thailand, PNG, Filipina, Iran, Qatar, Sri Lanka, Singapore, Nepal.

Dalam rangkaian acara BDF, para peserta akan berbagi best practices dan pengalaman dalam memajukan demokrasi di masing-masing negaranya (homegrown democracy).

Pada awalnya, BDF ditujukan untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik dengan jumlah peserta 34 negara dan 15 negara pemantau. Pada tahun 2012, negara peserta BDF, yaitu negara yang berasal dari kawasan Asia Pasifik, berjumlah 36. Sementara itu, negara pemantau yang terdaftar pada BDF tersebut mencapai 47 negara.

Minat terhadap BDF dari pemerintah di berbagai kawasan pun meningkat, dan pada tahun 2013 terdapat 86 negara peserta dan negara pemantau yang berpartisipasi. “Ini menunjukkan keyakinan pemerintah dari berbagai kawasan terhadap pendekatan BDF dalam mendorong nilai-nilai demokrasi yang homegrown,” pungkas Faizasyah.(SKPHI/ES/setkab/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Presiden SBY
 
  Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
  Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
  Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
  Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
  'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2