Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Jokowi
Buka Muktamar, Presiden Jokowi: NU Menjadi Garda Terdepan Menjaga NKRI dan Pancasila
Sunday 02 Aug 2015 15:26:50
 

Presiden Jokowi didampingi Pengurus PBNU dan Gubernur Jatim memukul bedug tanda pembukaan Muktamar ke-33 NU, di alun-alun Jombang, Jatim, Sabtu (1/8) malam
 
JOMBANG, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebagai salah satu jamiyah Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi besar untuk menjaga Indonesia dan tetap menjadi Indonesia.

Ia menyebutkan, sejarah mencatat sejak didirikannya pada tahun 1926, tokoh-tokoh NU turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menjaga dari berbagai bentuk ancaman.

“Oleh karena itu tidak diragukan lagi jika NU senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI dan Pancasila,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, di GOR Merdeka, alun-alun Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8) malam.

Presiden menilai, apa yang telah dilakukan NU itu menjadi bukti keteguhan, sikap NU dalam menjunjung semangat kebangsaan, menjunjung semangat keIndonesiaan, menjunjung semangat menghargai kebhinekaan.

Presiden Jokowi yang hadir dalam acara pembukaan Muktamar NU dengan mengenakan sarung itu mengapresiasi tema besar yang dipilih PBNU dalam muktamar kali ini, yaitu “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

“Saya mendorong agar tema ini dimaknai secara positif, karena tema ini menunjukkan bahwa NU dan umat Islam Indonesia punya posisi yang strategis, buka hanya dalam membentuk peradaban bangsa tetapi bisa menjadi inspirasi peradaban dunia,” tutur Jokowi.

Sebagai role model pengusung Islam yang rahmatan lil alamin, yang memberikan kedamaian dan manfaat bagi alamn semesta, Presiden Jokowi menilai, tema itu juga cemin keteduhan warga Nahdliyin untuk menjadikan Islam sebagai pijakan terciptanya masyaraka unggulan, yakni masyarakat yang menjadikan agama sebagai sumber kemajuan, sebagai sumber keadilan, dan sebagai sumber kedamaian.

Kepala Negara mengakui, NU memiliki peran yang sangat penting dalam menampilkan dan meneguhkan wajah Islam yang moderat.

Untuk itu, Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada pendiri NU Hadratus Syeikh Hasyim Asyari yang telah menanam benih unggul sikap hidup moderat bagi warga Nahdliyin di manapun berada.

Jembatan Peradaban

Presiden Joko Widodo mengaku menaruh harapan pada NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk mampu menjadi jembatan peradaban, bukan hanya jembatan bagi perbedaan paham keagamaan tetapi juga menjadi peradaban antar bangsa dalam wujud nyata Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Sebagai jamiyah diniyah Islamiyah yang sejak kelahiranya mengedepanka nilai-nilai Islam moderat, Preside berharap NU dapat meningkatkan kerjasama dengan berbagai kalangan untuk membangun tatanan dunia yang berkeadilan, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan, keterbelakagan, danketimpangan yang merupakan akar dari bentuk-bentuk terorisme dan radikalisme.

“Dengan sikap NU yang mengutamakan solidaritas kemanusiaan, ukhuwah basariah, maka warga NU berperan besar dalam membangun peradaban antar bangsa yang semakin terbuka, demokratis, dan berkeadilan. Dengan cara itu Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia akan selalui dikenang menjadi rujukan dunia,” tutur Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana mengumumkan sikapnya sejak dilantik sebagai Presiden untuk mengangkat tokoh NU asal Jombang, K.H. Wahab Hasbullah sebagai Pahlawan Nasional.

Pembukaan Muktamar ke-33 NU itu juga dihadiri oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Hj. Shinta Nuriyah (istri mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid), Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko PMK Puan Maharani, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jatim Soekarwo.(DND/DNS/ES/setkab/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
  Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
  Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
  PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
  PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

 

ads2

  Berita Terkini
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2