JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Dr Maoeldoko dan para Ka Staf Angkatan menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan sekitar 3.000 (tiga ribu) orang anak Yatim Piatu se-Jabodetabek. Adapun tujuan kegiatan buka puasa bersama ini guna memantapkan tali silaturahmi, komunikasi sosial TNI antar lintas sektor dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, anak yatim piatu, kaum duafa se-wilayah Jabodetabek di GOR Ahmad Yani, Jakarta.
Acara ini dengan sasaran menumbuhkan pemahaman, pandangan, dan kebulatan tekad untuk bersama-sama dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa dan negara.
"Rubah nasibmu dengan bekerja keras dan terus berdoa, penuh dengan keyakinan, pasti bisa. Tidak ada yang tidak bisa untuk menatap masa depan. Tidak ada yang gratis Tuhan pasti mendengar apa yang kita inginkan, nasip kalian sekarang sebagai anak yatim piatu, tapi suatu saat nanti akan menjadi orang besar," ungkap Panglima TNI Moeldoko saat menyampaikan pidato saat acara Buka Puasa bersama di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta pada, Kamis (9/7).
"Ini hikmah dari hari raya lebaran ini. Suatu saat kalian bisa memimpin negara ini. Jangan ragu-ragu, tatap masa depan. Nasib kalian sekarang sebagai yatim piatu. Tapi suatu saat bisa menjadi orang besar. Hanya dengan pendidikan merubah nasib kita," ujar Panglima TNI Dr Moeldoko, memberikan semangat teladan kepada para anak yatim piatu untuk terus melihat masa depan dan terus mengenyam pendidikan.
Acara buka puasa bersama ini, terlebih dahulu diisi dengan ceramah agama tentang hikmah pada Bulan suci Ramadhan oleh Drs. H. Masyuri Khamis, S.H, MM. Beliau adalah seorang Mubahlig yang saat ini masih aktif di MUI Pusat.
Adapun tema yang diangkat dalam acara tersebut yaitu: “Melalui Hikmah Puasa Ramadhan 1436 H/2015 M Kita Mantapkan Solidaritas dan Kepedulian Sesama Serta Komunikasi Sosial TNI dengan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa se-wilayah Jabodetabek, Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.(bh/mnd) |