Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Diskusi
Busyro Muqoddas: Misi KPK Misi Kenabian
Friday 19 Jul 2013 18:12:53
 

Acara Diskusi dan Buka Puasa bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan wartawan, di Gedung KPK Jakarta Selatan, Jum'at (18/7).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil ketua KPK, Busro Muqodas, menyampaikan tausiah Puasa Spritual, dalam acara diskusi dan buka puasa bersama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan wartawan, di gedung KPK Jakarta Selatan, Jum'at (18/7).

Menurut Busyro, dirinya menyampaikan tausiah, dalam puasa politik dan pranata dimana Busyro mengatakan kinerja KPK merupakan kinerja kenabian.

Saya tidak ingin disebut sebagai ustadz, ustadz saat ini sedang mengalami degradasi. Yang langsung disambut tawa oleh sebagaian pewarta.

"Kami yang ada di kantor ini semakin tau apa yang terjadi di jerouan dalam Indonesia, misi kami misi kenabian, tidak ada istilah loyo," Busyro Muqoddas.

Ditambahkan Busyro, bahwa dirinya merasa sedang kurang otentik berada di Indonesia, agama adalah kehendak Illahi pada manusia, ruang publik di Indonesia kering spritual, dan dalam bulan Ramadhan ini tidak ada orang berhenti korupsi bahkan saat ini mereka sedang menyiapkan kesempatan untuk korupsi.

Spiritual kita ya sepiritual yang basa basi, sekedar mejawab salam, dan tidak membawa perubahan pada sikap politik moral bangsa dan negara.

Busyro Muqodas sempat memimpin KPK, selepas di tinggal Antasari Azhar, dalam tausiah puasa spritual ini Busyro menegaskan kinerja KPK merupakan misi kenabian.

Mungkin yang di maksud Komisioner KPK bekerja keras dan tidak kenal lelah seperti kerja para Nabi dan Anbiya yang melakukan dakwah siang dan Malam, atau orang-orang di KPK memiliki sipat para Nabi? allahualam bissawab.(bhc/put)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2