JAKARTA, Berita HUKUM - Deklarasi calon Presiden dan Wakil Presiden dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), berlangsung sukses dengan dihadiri oleh ratusan kader yang membludak dan puluhan Wartawan baik itu media TV, cetak dan online yang turut meliput kegiatan bersejarah tersebut.
"Perubahan harus segera dilakukan bagi negeri ini, itulah yang telah membakar semangat saya. Dan dengan segala kerendahan hati saya dan pak Hary Tanoesoedibjo akan maju sebagai Presiden dan Wakil Presiden," kata Wiranto dalam pidato politiknya yang disambut riuh teriakan dukungan dan tepukan tangan di ruang pertemuan, lantai 2 Hotel Grand Mercure, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Selasa (2/7).
Dengan tegas dan meyakinkan, Wiranto mengatakan bahwa Indonesia akan maju dan berjaya dalam kepemimpinannya bersama Hary Tanoesoedibjo. "Mewujudkan perubahan itu menjadi kenyataan, pasangan kami dapat merajut kebersamaan, pasangan kami akan mewujudkan kejayaan indonesia. Dengan hati nurani paling dalam, kita akan jadikan Indonesia maju dan bermartabat, dan dengan semboyan pasti maju Indonesia," cetus Wiranto penuh semangat.
Pada kesempatan pidato politik yang kedua, oleh calon wakil presiden dari partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa dirinya terjun ke politik, karena hatinya seakan tercabik melihat tingginya persoalan korupsi di negeri ini. "Saya terjun ke politik karena keprihatinan, persoalan korupsi, pendidikan dan bidang lainnya. Maka dengan perubahan kita dapat lebih maju dari negara lain," ucap Hary pada kesempatan pidato politiknya.
Sementara itu, politisi partai Hanura Nuning Kertopati Susaningtyas mengatakan bahwa pasangan Wiranto dan Hary yang diusung Hanura pada Pilpres 2014 mendatang merupakan pasangan yang ideal
"Perpaduan mantan TNI dan pengusaha memiliki greget politik yang cukup bagus. Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo tentu sudah memikirkan secara matang langkah politik yang mereka tempuh," ujar Anggota Komisi I DPR RI ini.
Selain itu menurut Nuning, bahwa dengan dideklarasikannya kedua orang penting di Hanura itu, akan membuat kader Hanura dari pusat hingga daerah semakin bekerja keras meraih suara dalam Pileg. Pasalnya, suara Pileg sangat menentukan lolos atau tidaknya Hanura dalam kuota presidential threshold (PT).
"Para caleg pusat sampai daerah sebagai penyangga partai, harus bekerja keras, militan dan betanggung jawab," jelas Nuning. Dari pantauan BeritaHUKUM.com, selain penuh sesak oleh para kader Hanura, Hotel Grand Mercure ini menjadi tempat menginap para calon anggota DPR RI dari partai Hanura, guna mengikuti kegiatan pembekalan calon anggota legislatif.(bhc/mdb) |