SLEMAN, Berita HUKUM - Setelah heboh temuan harta karun koin emas dan pedang VOC bergagang emas, di Banda Aceh. Kini giliran warga Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, saat melakukan ekskavasi atau penggalian yang dilakukan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta di Candi Bedingin, tidak saja menemukan batu-batuan yang merupakan bagian dari candi. Mereka juga menemukan lempengan emas yang ditemukan dalam sebuah priuk purba kala.
Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti, mengatakan, terdapat tulisan di lempangan emas yang ditemukan itu. Tim penggalian saat ini masih berusaha untuk membaca tulisan yang ada dalam lempengan emas tersebut. "Ukurannya sangat kecil dan di dalam priuk itu juga terdapat fragmen perak," kata Wahyu, Sabtu (16/11).
Priuk yang ditemukan, menurut Wahyu, biasanya berada di bawah yoni yang terdapat pada kamar candi. "Fungsinya sebagai bekal kubur dan biasanya berupa emas," jelasnya.
Terkait dengan hasil penggalian yang telah dilakukan sejak 11 November 2013, sudah terlihat bagian atap candi. Tim sudah menemukan bagian antefik makara dan sisi genta. Karena itu, penggalian terus dilakukan untuk menemukan bagian yang lebih bawah lagi.
"Diharapkan nantinya akan diketahui bagian dasar candi dan bisa menguak lebih jauh mengenai candi itu," katanya. Wahyu mengakui, untuk melakukan ekskavasi terdapat kendala karena penggalian harus dilakukan di tanah warga yang di atasnya sudah ada bangunan.
Tanah tersebut sudah milik pribadi. "Padahal, untuk mengetahui secara lengkah, maka harus membongkar lahan secara luas dan lahan tersebut milik pribadi serta ada bangunannya. Untuk pembebasannya pasti harganya sangat mahal," katanya.
Sebelumnya diberitakan, penemuan candi terjadi secara tidak sengaja. Penemuan reruntuhan batu yang diduga candi itu bermula saat pekerja hendak memperbaiki septic tank sebuah rumah. Menurut salah satu warga di perumahan itu, Ketut Sudarisman, susunan batu reruntuhan candi itu ditemukan di kedalaman 1,5 meter.
"Setelah ditemukan kemudian dilaporkan. Dari hasil pemeriksaan, susunan batu tersebut memang batu candi," kata Ketut, Jumat (15/11) kemarin. Ketut mengaku tidak tahu siapa pemilik rumah tersebut karena belum pernah dihuni sebelumnya. "Rumah ini baru dalam tahap renovasi saat ditemukan candi itu," ujarnya.(bhc/sby/dar)
|