JAKARTA, Berita HUKUM - Sejak beberapa hari terakhir, dukungan masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir. Dukungan itu datang dari sejumlah elemen masyarakat yang beraneka, mulai dari seniman, musisi, dosen, aktivis lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa hingga anak jalanan.
Latar belakang yang berbeda, tentu saja membuat cara yang berbeda pula dalam menyampaikan dukungan. Ada yang melakukan aksi damai, orasi, aksi teatrikal, pembacaan puisi, menyanyikan lagu, medium seni jalanan (street art), pembuatan gambar (meme), ada pula aksi menginap di Gedung KPK.
Cara yang terakhir ini, dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Mereka mendirikan sebuah tenda berukuran empat meter persegi berwarna cerah di pelataran Gedung KPK, sejak Selasa (27/1).
"Tenda ini adalah simbol bahwa KPK adalah rumah kita, rumahnya rakyat Indonesia," kata Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman. Dengan didirikannya tenda itu, kata dia, maka akan ada sejumlah mahasiswa yang menginap untuk mengawal KPK.
"Kami akan menginap sampai ada kejelasan sikap dari Presiden Jokowi," tambah Andi.
Selain itu, ada pula kelompok masyarakat yang menyalurkannya dengan cara yang berbeda. Di Purbalingga, Cinema Lover Community (CLC) menuangkan dukungannya dalam medium street art yang berisikan pesan keprihatinan, yang berisikan pesan dalam bahasa Banyumasan seperti, “Inyong rakyat ora jelas, jelas dukung KPK”, “KPK Rika Ora Dewekan" dan "Inyong Rika adalah KPK”. Pesan itu ditulis dalam sebuah pamflet, kemudian ditempel di beberapa titik strategis.
Salah seorang aktivis, Bowo Leksono merasa, bahwa gerakan dukungan di media sosial saja tidak cukup. Karena itu, ia berinisiatif untuk melengkapinya dengan menyalurkan pesan pada medium yang tidak bisa dijangkau media sosial. "Kami butuh turun ke jalan dan pilihannya memasang pamflet dukungan kepada KPK dengan bahasa Banyumasan yang tentunya setiap warga mengerti," katanya.
Sementara itu, dukungan masih terus mengalir hingga Rabu (28/1). Kali ini, Forum Advokat Konstitusi mendatangi Gedung KPK untuk memberikan dukungan. Kedatangannya disambut dua Komisioner KPK, yakni Zulkarnain dan Adnan Pandu Pradja. Dalam kesempatan itu, Zulkarnain berterima kasih atas dukungan masyarakat. ia berharap, persoalan yang mendera ini, bisa berakhir dengan baik.(kpk/bhc/sya) |