Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Anies Baswedan
Cerita Anies Baswedan Terima Pinangan Demokrat
Tuesday 28 Jan 2014 20:26:32
 

Anies Baswedan.(Foto: BH/din)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anies Baswedan menerima pinangan Partai Demokrat untuk ikut dalam Konvensi Calon Presiden. Tidak mudah untuk memutuskan menerima atau menolak pinangan tersebut. Butuh pertimbangan matang.

"Saya diundang, sudah lama ya sebetulnya, sampai bulan puasa, kemudian bicara dan saya bilang akan pertimbangkan," kata Anies saat berkunjung ke kantor Redaksi Liputan6.com di SCTV Tower Jakarta, Selasa (28/1).

Menurut Anies, konvensi yang digelar Partai Demokrat merupakan cara modern untuk menentukan calon presiden. Partai lain bahkan harus meniru mekanisme ini untuk menentukan calon presiden mereka.

"Harusnya partai-partai membicarakan mekanisme rekrutmen, apa pun namanya, ada yang menyebut konvensi, pemilu rakyat, macam-macam. Intinya ada proses, dan saya melihat proses ini adalah proses yang baik," tutur Anies.

Anies sadar partai yang meminangnya itu tengah jeblok elektabilitasnya. Namun, turunnya elektabilitas Partai Demokrat tidak membuat Anies surut langkah. Dia memutuskan untuk tetap ikut konvensi.

"Memang partainya, popularitasnya sedang menurun, tapi saya tidak mau mengambil keputusan berdasarkan popularitas, karena di seluruh dunia partai pemerintah itu di mana-mana pasti mengalami krisis popularitas," ujar dia.

Akhirnya Anies menerima pinangan Demokrat. Pertimbangannya, dia yakin punya gagasan. Anies juga yakin bisa menjalani proses pemilihan calon presiden ini dengan baik.

Selain itu, Anies juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa membuat perubahan tidak bisa dilakukan hanya dengan berangan-angan. Perubahan hanya datang apabila mau berkeringat atau terlibat membuat kebijakan.

"Di situ kemudian saya mengatakan, undangan ini membuat hukum bagi saya itu berubah. Kalau saya terima, artinya saya ikut tanggung jawab. Ini kan bukan untuk ngurusin partai, ini untuk ngurusin pemerintah," kata dia, seperti dilansir pada laman liputan6.com.

"Kalau saya menolak artinya saya tidak mau ikut tanggung jawab, saya mau di luar saja, saya mau nonton saja," lanjut Anies.(eks/ism/lp6/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Anies Baswedan
 
  Ormas Gerakan Rakyat Luncurkan KTA, Anies Baswedan Jadi Anggota Pertama
  Anies Baswedan Jadi Menteri Apa di Kabinet Prabowo? Ini Isu yang Tengah Hangat Beredar
  Anies Baswedan Dianugerahi Gelar Adat 'Tuan Penato Negarou' di Kabupaten Tubaba, Lampung
  Anies Baswedan vs Konglomerat Hitam
  Pak Anies Dicintai Rakyat, Apa Buktinya?
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2