Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Daerah Otonomi Baru
DPR Sahkan Tujuh Daerah Otonomi Baru
Saturday 15 Dec 2012 11:11:37
 

Anggota Komisi II DPR RI, Gamari Soetrisno (kanan).(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tujuh rancangan undang-undang Daerah Otonomi Baru (DOB), telah resmi disahkan Dewan Perwakilan Rakyat, hari Jumat (14/12).

Ketujuh DOB itu adalah Kabupaten Mahakam Ulu (Kalimantan Timur), Kabupaten Malaka (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Kabupaten Banggai Laut (Sulawesi Tengah), Kabupaten Pulau Taliabu (Maluku Utara), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan), dan Kabupaten Kolaka Timur (Sulawesi Tenggara).

"RUU tentang DOB itu terdiri 9 bab dan 22 pasal dan khusus untuk pembentukan kabupaten yang wilayahnya terdapat perbatasan dengan negara lain," ujar ketua Komisi II DPR RI Agun Gunanandjar di Jakarta, Jumat (14/12).

Menurutnya, pengesahan DOB merupakan alternatif dalam memicu pertumbuhan perekonomian bagi kawasan diasana. Dan dapat membangun daerah-daerah yang berada di kawasan perbatasan negara ini, untuk menjadi lebih sejahtera dari sebelumnya. Tak kalah penting hal ini juga berpotensi mendorong peningkatan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Anggota Komisi II DPR RI, Gamari Soetrisno turut menegaskan pentingnya pembentukan daerah otonomi baru demi kesatuan seluruh rakyat Indonesia. "Kami berpendapat pertimbangan geopoilitik, geostrategis, geoekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan atas wilayah NKRI sebagai dasar kemufakatan antara DPR RI dengan pemerintah,” sahutnya.

Gamari menegaskan, pemekaran daerah diharapkan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan daerah. Untuk itu dipandang perlu pemberian bantuan dana khusus bagi pengembangan dan pembangunan daerah-daerah karakter khusus yang memerlukan penanganan tersendiri yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

Agar pembentukan daerah otonomi baru dapat mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, Gamari berharap, daerah-daerah itu dapat menjadi beranda terdepan negara yang penduduknya memiliki nasionalisme yang tinggi, dan pemerintah dapat mendukung penuh pengembangan dan pembangunan wilayah-wilayah tersebut.(rm/ipb/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Daerah Otonomi Baru
 
  Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
  Senator Aceh Fachrul Razi Ancam Kepung Kemendagri
  DPD RI Undang Calon DOB Se Indonesia Kumpul di Jakarta, Berlanjut Aksi Besar di Jakarta
  Anggota DPD Nono Sampono Dukung Penuh Terbentuknya DOB Maluku
  DPR Sahkan Tujuh Daerah Otonomi Baru
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2