Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
KPU
Dapat Ratusan Aduan dari Masyarakat, KPUD DKI Belum Klarifikasi
Monday 24 Jun 2013 17:19:14
 

Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta (KPU DKI Jakarta).(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Meski telah menerima seratus lima puluh laporan dari masyarakat, terkait calon Legislatif yang bermasalah. Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta belum juga mengklasifikasi jenis aduan masyarakat yang masuk.

Hal itulah yang diungkapkan Ketua KPUD DKI Jakarta, Sumarno saat ditemui wartawan usai pelantikan komisioner KPU kabupaten/kota DKI Jakarta di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (24/6).

Lebih lanjut, Sumarno mengungkapkan ada berbagai macam aduan masyarakat yang telah masuk ke KPU DKI Jakarta. Mulai dari status pekerjaan hingga track record Caleg itu sendiri.

“Status pekerjaan itu seperti misalnya ada caleg yang mengaku sebagai PNS, tapi di biodata bukan PNS. Paling banyak aduan soal moral caleg, seperti kasus penipuan dalam bisnis, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Tapi kalau untuk kasus asusila belum ada,” katanya.

Nantinya, aduan tersebut akan diklarifikasi dan jika Hal tersebut masuk terkait syarat administrasi Caleg, maka KPU akan mengklarifikasinya ke Partai politik. Kemudian, KPU akan menarik kesimpulan sendiri apakah Caleg yang dilaporkan itu akan dicoret atau tidak.

Demikian pula jika yang dilaporkan soal moral atau etika Caleg. Sumarno mengatakan KPU akan mengklarifikasi ke Partai politik. Namun bedanya, partai politik lah yang nantinya akan mengambil tindakan, apakah caleg yang mereka usung akan dipertahankan atau tidak.

Sumarno menambahkan, aduan masyarakat yang masuk saat ini berasal dari sejumlah elemen, baik dari partai politik, masyarakat maupun Lembaga swadaya masyarakat.

“Kebanyakan yang masuk melalui email. Ada juga yang masuk lewat telepon, tapi kami arahkan agar melalui email tertulis. Agar ada bukti yang dapat diklarifikasi ke partai politik,” pungkas Sumarno.(bhc/riz)



 
   Berita Terkait > KPU
 
  Audit Investigasi IT KPU, KPK Buktikan Bukan 'Ayam Sayur'
  Komisi II DPR akan Minta Penjelasan Terkait Dugaan Kecurangan KPU
  Paripurna DPR Setujui Komisioner KPU Bawaslu Periode 2022-2027
  Azis Syamsuddin Imbau Jadikan Pemberhentian Ketua KPU Sebagai Evaluasi
  MA Kabulkan Gugatan Rachmawati, KPU Kehilangan Pijakan Menetapkan Pemenang Pilpres 2019
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2