ACEH, Berita HUKUM - Sekretaris Daerah Kota Langsa, Drs. Muhammad Syahrir M.Ap di hadapan demonstran mengatakan, Demonstrasi boleh saja asal tidak anarkis, apa yang sudah di sampaikan kami tanggapi dan akan berkoordinasi dengan Walikota dari keseluruhan aspirasi yang di sampaikan.
"Saat ini sudah 18 Investor yang mendatangi kota Langsa dan kami mendampinginya, namun hingga saat ini belum satu Investigatorpun yang mau menanamkan modalnya. Kesejahteraan masyarakat belum bisa di wujudkan, namun walikota tidak menjauh tapi terus berjalan, bahkan berlari untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar M. Syahril.
"Kami juga meminta dana otsus sebagai bagian untuk mensejahterakan masyarakat Langsa, namun bersabarlah dan terus berdo'a demi tercapainya harapan kita bersama nantinya," ujar M.syahril lagi, saat menemui para Demonstran, "semua akan di bicarakan dalam forum forum tersendiri untuk mencari solusi yang bijak," pungkasnya.
Salah seorang demonstrans Zainuddin Ali (48th) pada awak media mengatakan, "kita juga meminta agar kepala Dinas Sosial Mursyidin diganti, karena tidak layak dan banyak hal tidak di lakukan, terkesan pilih kasih memilih kasih".
Para Demonstran, hampir terjadi baku hantam dengan, oknum preman yang pro Usman Abdullah, Aksi sempat memanas akibat terjadi perang lisan, dari kelompok pro Pemerintah dengan menyebutkan yel-yel "Hidup Walikota..., Hidup Walikota Langsa" dan di sambut Hidup Caleg, hidup Caleg.
Akhirnya para Demonstrans membubarkan diri, dan memberikan Warning (peringatan) terhadap Pemerintah Kota Langsa, "ini merupakan aksi pertama dan akan ada aksi selanjutnya, untuk mempertanyakan hasil janji Sekda, pada hari ini yang mewakili pemerintah," ancam Pendemo.
"Kami tetap mengawal perubahan - perubahan dan terus mengkoreksi kinerja Pemerintahan Aceh" tambahnya,
Kami terpaksa meminta sedekah dan jika kami punya modal usaha, maka kami akan kembali berusaha untuk tetap menghidupi Keluarga kami," ujar Zainuddin Ali, salah seorang pencari sedekah (pengemis), yang ikut berdemo.
Dalam orasinya di halaman kantor walikota Langsa, para demonstran mengajak masyarakat, "jangan takut dengan preman-premannya Usman Abdullah (Toke Su uem)," sebut orator dengan bergantian.
Robby Rubianto, mengatakan kekecewaannya terhadap pemerintahan Usman Abdullah, dengan menyebutkan dengan semena-mena memecat tenaga honorer yang di lakukan dengan SK sakti Nomor: 05 tahun 2013.
Para Demonstran mengajak masyarakat Langsa, Siapkan rencana untuk menurunkan Usman Abdullah, pemerintah tidak memiliki konsep pembangunan dan untuk menciptakan lapangan pekerjaannya. "Pemerintah saat ini hanya memperhatikan dan membela siapa yang dekat dengan mereka, bukan membela rakyat,"Hidup Rakyat" hidup Rakyat" Turunkan, Usman Abdullah," teriak Pendemo.(bhc/Kar)
|