Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Depot Amunisi Meledak, Republik Kongo Berduka
Monday 05 Mar 2012 04:23:13
 

Depot Amunisi Kongo Meledak (Foto: BaaRbieCaRteR on Twitter)
 
Republik Kongo (BeritaHUKUM.com) Sedikitnya 206 warga sipil tewas dan ribuan lainnya terpaksa melarikan diri setelah ibu kota Republik Kongo, Brazzavile, diguncang ledakan dahsat. Kejadian yang sangat mematikan itu dipicu meledaknya bangunan penyimpan amunisi. Kejadian Minggu (4/3) pagi waktu setempat tersebut membuat Kongo berduka.

Dilaporkan setelah kejadian, Menteri Pertahanan Charles Zacharie Boawo muncul di televisi nasional. Kemunculannya guna meminta agar warga Negara diminta tetap tenang.

Sesaat setelah kejadian berlangsung, timbul kekacauan diakibatkan paniknya ribuan warga yang ada di ibukota tersebut. Sebuah rumah sakit setempat melaporkan sedikitnya 237 pasien cedera dalam ledakan itu dan telah menyimpan 136 mayat akibat ledakan. "Adanya ledakan bukan berarti ada perang atau kudeta.. Ini adalah insiden yang disebabkan oleh kebakaran di depot amunisi. Kami minta warga harap tenang ,” papar Boawo. Banyak bangunan di bagian utara Brazzaville luluh lantak. Presiden Denis Sassou-Nguesso telah mengunjungi kamar mayat, rumah sakit dan rumah sakit militer.

Korban Terjebak Reruntuhan Bangungan.
Juru bicara Kepresidenan, Didier Boutsindi, melalui siaran pers internasional meyebutkan bahwa paska ledakan, timbulnya korban banyak diakibatkan karena tertimpa bangunan. "Banyak orang beriman yang terjebak di puing-puing gereja," kata Boutsindi. "Beberapa orang mati telah dikeluarkan dan saya menyatakan ada lebih banyak kematian di dalamnya," tambahnya kemudian.

Dalam kejadian ledakan depot amunisi itu, paman Didier Boutsindi ikut menjadi korban dan tewas. Sementara Badan resmi Xinhua News mengutip informasi pejabat kedutaan Cina di Kongo, yang mengatakan tiga pekerja Cina tewas dan puluhan terluka dalam ledakan itu. Ledakan juga terdengar di Kinshasa, ibukota Kongo tetangga.

Juru bicara pemerintah Lambert Mende mengatakan ledakan meniup beberapa jendela di pusat kota, tapi itu tidak ada kematian dilaporkan dan bahwa situasi telah kembali normal setelah ledakan. (AP/Time/boy)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2