ACEH, Berita HUKUM - Pemerintah Aceh terkesan tutup mata terhadap masyarakat tidak mampu di berbagai daerah di Aceh, Negeri kaya hasil bumi ini. Hal tersebut juga dirasakan Muhammad Nur (50) warga Dusun Makmu Gampoeng Merandeh Aceh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, NAD. M. Nur yang berprofesi sebagai imam pengajian di Gampoeng tersebut mengisahkan pada saat tim awak media berkunjung ke gubuknya.
“Saya sudah capek membuat proposal bantuan, namun bantuannya tidah pernah ada, kalau yang mengambil foto dari pihak Dinas (instansi terkait) di kota Langsa, bahkan dulu pernah di kabarkan mau di bangun rumah untuk saya, lokasinya sudah di cek, namun tiba-tiba pembangunannya pindah ke orang lain,” sebut M. Nur dengan nada sedih.
M. Nur, saat ini di temani dua putri tercintanya masing – masing Kamariah (12) siswi kelas VI dan Nazariah (11) siswi kelas V Sekolah Dasar Negeri Kampoeng Baroh, sedangkan istrinya sudah 10 tahun memilih bersama lelaki lain yang hidupnya lebih mapan.
Sementara Gechik Gampoen Merandeh Aceh Muhammad Jamil saat di konfirmasi awak media Rabu (9/7) di sela sela pemungutan suara (pemilu presiden) menyebutkan, saya selaku kepala Desa selalu mengusulkan bantuan bagi warga saya, tapi pemerintah Kota Langsa khususnya, pemerintah Aceh umumnya terkesan tidak peduli terhadap nasib rakyat yang kurang mampu.
“Saya pernah usulkan biaya rehab untuk 62 unit rumah, yang keluar Cuma 10 unit, itupun belum di kerjakan hingga saat ini, “ imbuh M.Jamil.(bhc/kar) |