Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Batu Akik
Di Pacitan, SBY dan Ibu Ani Kunjungi Rumah Produksi Batu Akik
Monday 16 Mar 2015 15:26:35
 

Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono saat mengunjungi Rumah Produksi Batu Akik.(Foto: Istimewa)
 
PACITAN, Berita HUKUM - Batu akik adalah salah satu topik yang paling hangat diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Sebagian masyarakat yang tadinya tidak terlalu tertarik dengan batu akik pun mulai melirik bisnis jual-beli batu akik. Fenomena yang cukup menarik ini membuat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono yang juga pemakai batu akik sejak dahulu, kemudian mengunjungi rumah produksi batu akik milik seorang perajin batu akik bernama Suparji, ketika pulang kampung ke Pacitan beberapa waktu lalu.

Suparji merupakan seorang perajin yang sudah menggeluti dunia kerajinan batu akik selama lebih kurang 6,5 tahun. Produk kerajinannya tidak hanya dijual di dalam negeri tetapi juga merambah hingga ke luar negeri diantaranya Perancis. Hasil karya Suparji juga hampir setiap tahunnya disertakan dalam pameran mutumanikam yang programnya diinisiasi oleh Ibu Ani Yudhoyono ketika masih menjadi Ibu Negara.

Dalam peninjauan tersebut, SBY mengungkapkan bahwa saat ini produk-produk batu akik dalam negeri tidak kalah bagusnya dengan produk luar negeri. Oleh karena itu, SBY dan Ibu Ani juga ingin agar industri ini semakin berkembang karena dapat meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar dan juga menciptakan lapangan pekerjaan. Namun tentunya dilakukan dengan cara-cara yang tidak merusak lingkungan.

“Maksud saya, mari kita kembangkan betul manajemennya, teknologinya, kebijakan harganya, penghasilan karyawan dan industrinya. Menurut saya ini masih bisa dikembangkan. Saya juga berbicara dengan Pak Bupati kemarin, sangat mungkin Pacitan ini didorong lagi,” kata SBY kepada Suparji.

Hal ini juga diamini oleh Suparji yang mengatakan bahwa bidang kerajinan yang telah ditekuninya dengan sepenuh hati selama bertahun-tahun itu memiliki nilai tambah yang cukup bagus dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lumayan banyak di wilayah sekitar.

Demam batu akik yang tengah melanda negeri juga membuat harga batu akik kadang terlihat tidak masuk akal. Bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Suparji yang sudah malang melintang di industri ini juga bingung bagaimana menciptakan harga bisa sampai seperti itu. “Kalau harga udah 2 juta itu, harga udah untuk kualitas yang paling bagus itu kalau disini. Tapi saya melihat di pasar, di internet, kok harganya sampai puluhan juta itu, saya sendiri bingung bagaimana menciptakan harga bisa sampai segitunya,” tutur Suparji.

Terkait hal ini, SBY mengimbau jangan sampai harga tersebut tidak ada patokan, lantas dibuat seenaknya. Jika harganya terlalu tinggi, maka masyarakat akan kapok membelinya sehingga menghambat berkembangnya industri tersebut. Namun jika harganya terlalu rendah, juga tidak tepat. “Bapak juga yang mengembangkan industri ini bertahun-tahun tentu kita berharap ya kesejahteraannya baik, makin meningkat. Tetapi tentu, jangan sampai harga itu tidak ada patokan, kemudian semau-maunya, dan dikasih harga yang terlalu tinggi. Itu malah tidak membikin berkembangnya industri ini,” ujar SBY. “Jadi bapak benar, harganya pas. Ada norma-normanya, di atas 2 juta itu sudah luar biasa,” SBY menambahkan.

Menurut SBY, kalau harganya semakin fantastis, maka bukan tidak mungkin batu akik akan masuk kategori barang mewah dan akan dikenakan pajak, sehingga masyarakat akan kapok untuk membelinya. “Makanya kalau harganya sampai miliar, berjuta-juta, itu akan masuk kategori barang mewah. Nanti kena pajak. Kalau kena pajak, tambah lagi tinggi. Dan itu tadi, orang kapok,” Ibu Ani menimpali.

Demikian sebagaimana yang di posting media sosial Facebook Susilo Bambang Yudhoyono yang kini telah memiliki pengikut 4,512,335 likes pada Senin (16/3), dan hingga kini yang baru 1 jam lalu di posting tulisannya telah di likes sebanyak 22.903 dan 748 komentar, serta ada 406 yang melakukan share. Dari pantauan pewarta berbagai komentar sangat menarik dan layak dibaca, Klik.(fb/sby/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Batu Akik
 
  DPR RI Gelar Pameran Batu Akik
  Pedagang Batu Akik di Rawa Bunga akan Segera Ditertibkan
  Pameran Akik di Madiun Serap Ribuan Pengunjung
  Ibu Negara Delegasi Konferensi Asia Afrika akan Dihadiahi Pancawarna Garut
  Wagub Sumbar Dinobatkan sebagai 'Bapak Batu Akik'
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2