Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Dihadapan Ribuan Warga Lamongan, Prabowo: Sisa Hidup Saya Untuk Rakyat Indonesia
2019-02-25 12:58:20
 

 
LAMONGAN, Berita HUKUM - Agenda Prabowo Subianto menyapa Jawa Timur terus berlanjut. Kali ini, capres nomor urut 02 itu menggelar silaturahim dengan KH Abd. Ghafur di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Banjaranyar, Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/2).

Kedatangan Prabowo di Pondok Pesantren Sunan Drajat disambut meriah. Ribuan masyarakat dan santri tumpah ruah memenuhi area di luar pesantren yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo bicara tentang hakikat kehidupan. Ia mengatakan, umur yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia sejatinya adalah titipan. Karenanya, suatu saat titipan itu akan diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa.

"Pangkat, derajat, nyowo (nyawa) itu hanya titipan. Suatu saat akan diambil kembali oleh Sang Kuasa. Dan kita tidak tahu kapan waktunya. Dan belum tentu yang lebih tua duluan, jadi yang lebih muda jangan senyum-senyum," gurau Prabowo disambut tawa masyarakat yang hadir.

Prabowo menyadari, pangkat, harta, dan umur yang ia miliki adalah pemberian Tuhan dan tidak bisa dibawa mati. Karenanya, Prabowo bertekad menggunakan sisa umurnya untuk mengabdi kepada rakyat.

"Sisa hidup saya, saya persembahkan kepada bangsa, rakyat dan umat. Semua yang saya miliki akan saya pergunakan untuk berupaya agar rakyat sejahtera. Waktu muda, saya masuk tentara, saya teken rela mati untuk membela negara ini. Kami dikirim ke medan perang, ikhlas siap mati untuk republik ini," kata Prabowo.

"Dan pada saat kami berhenti dari dinas tentara, kami melihat rakyat kok masih susah. Kok rakyat susah makan. Kok anak-anak muda susah dapat pekerjaan. Kok kekayaan kita mengalir ke luar negeri. Kok pemerintah kita banyak korupsinya. Dan kalau kita bilang banyak korupsi, marah," imbuh capres yang berpasangan dengan cawapres Sandiaga Uno itu.(ps/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
  Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
  Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
  Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
  Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2