JAKARTA, Berita HUKUM - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Banten Crisis Center (BCC) mendatangi Gedung KPK, mereka mendesak Ketua KPK Abraham Samad, untuk segera menjadikan Airin Rachmi Diany sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Banten.
Para pendemo yang datang dengan membawa botol obat kuat raksasa, dan bergambar Airin Rachmi Diany Walikota Tangerang Selatan, dengan gambar serta tulisan.
"Kelakuanmu tak semanis wajahmu" juga dalam botol raksasa itu meletakan gambar Abraham Samad pada sisi sebelah botol lainya, dan tulisan obat kuat KPK perkasa.
Sementara kordinator pendemo menyatakan, " Jika Airin terbukti bersalah, maka KPK tidak perlu menunggu waktu lama lagi untuk menetapkan Airin sebagai tersangka dan langsung ditahan," ujar Kordinator Lapangan Aksi BCC, Ichya Halimudin, kepada wartawan, di depan kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/2).
Airin sendiri yang pada saat hampir bersamaan, datang ke KPK guna menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan), namun Airin enggan memberi komentar soal desakan agar dirinya segera mundur sebagai Wali Kota Tanggerang Selatan, untuk ikut bertanggung jawab atas tindakan korupsi yang dilakukan oleh Kakak Iparnya Ratu Atut Chosiyah Gubernur Banten dan Wawan Suami Airin, adik dari Ratu Atut.
Dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, Airin yang baru saja menjenguk suaminya, Tubagus Chaery Wardhana, di rumah tahanan (Rutan) di basement gedung KPK, terlihat keluar dalam keadaan menangis dengan memegang tisu di pipi dan wajahnya sambil sesekali sesenggukan menahan isak tangis yang tampak sedih.
Istri dari Wawan tersangka kasus korupsi suap Pemilukada Lebak Banten ini, terlihat matanya sembab dan memerah. Namun tidak diketahui, apa penyebab Airin menangis, sejak didalam rutan Airin khabarnya telah menangis, apalagi setelah KPK menyita belasan harta mobil mewah dan motor mewah yang diduga kuat dari hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(bhc/put) |