ACEH, Berita HUKUM - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Aceh Utara dinilai kurang profesional sebagaimana yang diketahui akhir-akhir ini banyaknya indikasi dugaan korupsi dalam penggunaan anggaran serta beberapa kasus-kasus lainya.
Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia, Amri Usman membeberkan terhitung sejak tahun 2012 sampai sekarang ini pihaknya menemukan kejanggalan hingga miliaran rupiah dalam penggunaan anggaran serta pengadaan alat-alat peraga berikut proyek pembangunan sekolah pada disdik.
Menurutnya, sekian banyaknya anggaran untuk menunjang mutu pendidikan di Aceh Utara, namun yang terjadi di lapangan telah diketahui banyak proyek pembangunan sekolah yang terkesan asal jadi. Selain itu beberapa waktu lalu juga ditemukan proyek pengadaan alat peraga yang memakan anggaran hingga miliaran rupiah justru mubazir.
"Saya menilai bahwa kinerja Kadisdik anjlok, bahkan di dalam kantor itu dipenuhi para mafia-mafia korupsi," tegasnya.
Ini adalah, lanjut Usman, merupakan kesalahan dari kebijakan pemerintah yang telah salah menempatkan seorang kepala dinas serta para kru-krunya di tempat itu. Dinas pendidikan itu adalah tempat dimana para pakar-pakar pendidikan untuk menggembleng anak-anak bangsa menjadi maju, cerdas dan mandiri. Namun yang sangat disayangkan saat ini, tempat itu dijadikan ajang korupsi.
Usman berharap persoalan ini harus segera mendapatkan tanggapan yang serius dari pemerintah daerah untuk mencopot kepala-kepala dinasnya yang dinilai lalai dalam mengemban tugasnya dengan baik. Jika ini dibiarkan maka dunia pendidikan di Aceh kedepan semakin buruk.
"Saya minta dengan tegas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengungkap kasus ini, karena di disdik diduga sudah dipenuhi mafia korupsi," tandas Usman.(bhc/sul)
|