Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Korupsi Bulog
Divonis 4 Tahun, Koruptor Bulog Bandung Menangis
Wednesday 04 Sep 2013 18:41:36
 

Ilustrasi, palu hakim.(Foto: Ist)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Terdakwa kasus korupsi Bulog Sub Divre Bandung Nyimas menangis saat majelis hakim menjatuhkan vonis empat tahun penjara. Dia pun memprotes putusan putusan yang diberikan Pimpinan Majelis Hakim Hery Sutanto.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus korupsi Bulog Sub Divre Bandung anggaran 2008-2010 dengan total kerugian negara Rp 4,4 miliar di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (4/9).

Saat Herry mengetuk palu menjatuhkan hukuman, Nyimas langsung menangis dan memprotes putusan yang diberikan majelis hakim.

"Saya keberatan dengan vonis ini saya tidak merasa memakan satu rupiah pun uang ini," tuturnya di persidangan sambil menangis.

Herry pun langsung berusaha menenangkan terdakwa dengan menyebutkan, hukuman ini berdasarkan keputusan majelis hakim. Bahkan, jauh lebih ringan dari tuntuan jaksa, yakni 4 tahun enam bulan.

Herry lantas bertanya kepada terdakwa apakah akan menerima putusan atau pikir-pikir. Nyimas pun langsung mengatakan pikir-pikir, begitu pula dengan JPU.

Dalam amar putusannya Majelis Hakim menyatakan Nyimas terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berkelanjutan dan bersama-sama. Tindakan itu sesuai dakwaan sekunder, yakni pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman 4 tahun denda Rp 50 juta subsider kurungan dua bulan. Selain itu terdakwa harus mengembalikan kerugian negara Rp 1,1 miliar dan tetap dalam tahanan," paparnya, seperti dikutip dari inilahkoran.com.

Sebelum menjatuhkan vonis, Herry juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan di antaranya, terdakwa tidak peka terhadap program pemerintah memberantas korupsi dan yang meringankan terdakwa punya tanggungan keluarga, dan berlaku sopan di persidangan.

Nyimas merupakan mantan Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Bulog Sub Divre Bandung. Nyimas bersama dua terdakwa lainnya yaitu Ruhyat Natajoeda (Mantan Kepala Bulog Sub Divre Bandung) dan Muchlis (Wakil Kepala Sub Divre Bandung) adalah terdakwa dalam kasus mark up biaya operasional pendistribusian (bop) raskin tahun 2008 - 2010.

Kerugian negara akibat perbuatan para terdakwa mencapai Rp 4,4 miliar. Putusan yang diberikan majelis hakim lebih ringan enam bulan dari tuntutan JPU, yakni 4 tahun enam bulan.(gin/ikc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2