Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Change.org
Dugaan Kecurangan Pemilu Malaysia Memicu Petisi Dengan Pertumbuhan Tercepat di Change.org
Monday 06 May 2013 15:32:16
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
MALAYSIA, Berita HUKUM - Warga negara Malaysia bersuara lantang di dunia virtual melalui petisi Change.org, menuduh terjadinya kecurangan besar pada Pemilu dan meminta PBB melakukan intervensi dan investigasi.

Lebih dari 140000 orang (13:00 WIB) telah menandatangani petisi www.change.org/GE13 yang dimulai beberapa jam setelah Koalisi Barisan Nasional (BN), partai Perdana Menteri Najib Razak, diumumkan sebagai pemenang. Petisi terus bertumbuh dengan sangat cepat.

Menurut Nick Allardice, Direktur Asia Pasifik Change.org, laju penandatanganan petisi sampai 1300 ttd/menit, dan disebar dengan laju 1100/menit.

Usman hamid, co-founder Change.org Indonesia berkata, “ini bisa menjadi riak awal gelombang perubahan besar melalui pemanfaatan sarana digital, mirip yang kita lihat di Arab Spring. Dalam kondisi restriktif di Malaysia sekali pun, pemberdayaan masih mungkin melalui dunia digital,” ujarnya.

Dalam petisi yang dimulainya, Terry Kok, warga Kuala Lumpur berkata, “Ruang media cyber tinggal satu-satunya tempat dimana warga Malaysia bisa menuntut sebuah hasil yang jujur. Kami hanya ingin didengar,” katanya.

“Kalau PBB meluncurkan investigasi, akan lebih banyak yang menyaksikan, dan saat kesadaran internasional tumbuh, transparansi akan mengikuti, kebenaran akan terungkap. Suara kami dirampok di negeri sendiri, tolong bantu suara kami mencapai seluruh dunia,” tambahnya.

Adapun beberapa komentar pada lama petisi:

Marissa Voo: “Saya cinta negeri saya, Malaysia. Saya tidak marah karena BN menang, saya marah karena cara mereka menang.”

Chze Aun Tan: “Demokrasi kami telah diludahi. Kedaulatan kami telah dinodai. Bangsa kami dijual oleh pimpinan kami. Demokrasi telah mati di Malaysia.”

Wei Tong Woon: “Demokrasi telah mati di Malaysia. Komisi Pemilu dan polisi sudah bias pada pemerintahan BN. Bagaimana pemilu bisa bebas dan adil? Bahkan mereka tidak memenuhi janji untuk menggunakan tinta semi permanen. Mereka berbohong, membeli tinta dengan jutaan dolar, padahal tinta mudah hilang setelah kena air. Pemerintah “pintu belakang” dan tidak terhormat ini, tidak berlaku adil, dan tidak layak mendapatkan penghargaan kami sebagai warga Malaysia. Menjijikkan.”

Ivan Ng: “karena bukti-bukti kecurangan pemilu sudah jelas, kami ingin perhatian dan intervensi global. Kita hanya ingin pemilu dan demokrasi yang bersih dan adil, tapi BN curang seperti pecundang!”

Untuk komentar lainnya, silakan periksa di www.change.org/GE13

Change.org adalah wadah petisi terbesar dunia dengan lebih dari 35 juta pengguna seluruh dunia.(rls/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Change.org
 
  Gabungan LSM Aceh: Mediasi Multipihak untuk Menjembatani Konflik Rencana Tata Ruang 'Ilegal' oleh Parlemen Aceh
  Pulau Bangka Siaga Satu, Ratusan Kicauan di Dunia Maya
  Siapa yang Paling Banyak Dipetisi di 2013?
  Prabowo Subianto ke Malaysia Lagi
  Warga Pulau Bangka ke Jakarta, Desak SBY Cabut Izin Tambang
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2