Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
BPJS
Duuh, Jokowi Urus BPJS Nyerah tapi Mau Pindahin Ibu Kota
2019-08-26 02:48:22
 

Andre Rosiade, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade mengaku bingung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang punya rencana memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan tapi terkait urusan BPJS Kesehatan tidak bisa mengatasinya.

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade tidak mendukung adanya pemindahan ibukota. Pasalnya, banyak permasalahan bangsa seperti diantaranya ekonomi yang belum selesai, termasuk defisit anggaran BPJS Kesehatan.

"Duuh Pak @jokowi. Bagaimana kami mau dukung bapak mengenai ibu kota baru. Urusan BPJS Kesehatan saja pemerintah terindikasi menyerah dan mau minta tolong sama Tiongkok," kata Andre lewat twitternya @andre_rosiade yang dikutip Sabtu (24/8).

Andre mengkhawatirkan juga gara-gara ibu kota baru, nanti malah menyebabkan Indonesia masuk perangkap hutang dengan Tiongkok.

Sementara mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu juga heran kepada Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang selalu bergantung pada China setiap bangsa Indonesia menghadapi masalah.

"Bagi Pak Menkomaritim, sepertinya setiap masalah yang dihadapi bangsa solusinya hanya satu yaitu minta bantuan dari China. Kereta Api cepat, listrik, Garuda, BPJS, tenaga kerja dan lain-lain, semua dimintakan bantuan dari China oleh beliau. Sudah nyerah sehingga semua minta ke China?," katanya.

Padahal, kata dia, menurut aturan BPJS Kesehatan bahwa tidak boleh hutang. Sebab, BPJS bukan bentuk perusahaan dan sumber dana BPJS juga bersumber dari iuran.

"Terus masuknya dari mana? Apa aturan tentang BPJS mau diubah? Saya heran ide Menkomaritim bahwa China ingin bantu BPJS," jelasnya.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perusahaan asuransi China yakni Ping An Insurance menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan.

Ping An Insurance merupakan subsidiari dari PA, holding jasa keuangan asal China. Perusahaan ini memiliki layanan asuransi, perbankan, investasi, dan bisnis teknologi.

"Jadi, mungkin itu bisa memperbaiki kelemahan sistem (TI) tersebut," ujarnya.(ris/inilah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > BPJS
 
  Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
  Legislator Minta Pemerintah Tinjau Kembali Program KRIS
  Bongkar-Pasang Regulasi Bingungkan Peserta BPJS Kesehatan
  Fadli Zon: Inpres BPJS Kesehatan Seharusnya Tidak Mengikat
  Luqman Hakim: Batalkan Kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai Syarat Pelayanan Pertanahan
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2