Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
TNI
Elektabilitas Tinggi, ​Jenderal Gatot Nurmantyo Bisa Mengikuti Jejak SBY
Wednesday 03 Feb 2016 16:11:46
 

Ilustrasi. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hasil survei Segitiga Institute menempatkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (55) sebagai tokoh yang paling banyak dipilih untuk menjadi calon Presiden Indonesia dengan latar belakang militer. Gatot berada diurutan tertinggi dengan tingkat elektabilitas mencapai 35,6 persen.

Survei bertajuk ‘Kerinduan Publik Akan Pemimpin Militer’, disampaikan Direktur Eksekutif Segitiga Institute Muhammad Sukron, dilakukan dengan pertanyaan mengerucut pada sosok calon pemimpin berlatar belakang militer.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Aufklarung Institute, Dahroni Agung Prasetyo, kepada wartawan pada, Rabu (3/2) mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bila memang mau menjadi Calon Presiden 2019. Sebab, sebagai perwira tertinggi di tubuh TNI, Gatot memang pantas menjadi Capres 2019.

Bila akhirnya nanti Gatot benar-benar maju menjadi Capres, hal itu menurutnya tidak lepas dari peran Jokowi. Presiden Jokowi menunjuk Gatot yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menjadi satu-satunya calon panglima TNI yang diajukan ke DPR.

“Setelah menjadi Panglima, Jokowi memberi panggung politik yang sangat luas kepada Gatot. Gatot misalnya diberikan otoritas untuk mengendalikan harga pangan. Ini luar biasa. Kalau Gatot maju dalam capres, ya salah Jokowi sendiri kasih panggung,” jelas Dahroni.

Agung juga menambahkan, meskipun Gatot diberi panggung politik oleh Jokowi, bukan berarti Gatot akan mau ditekan-tekan untuk tak maju dalam pilpres. Apalagi, Gatot juga mendapat bintang empat dari saat Presiden SBY
"Jadi sah-sah saja Gatot menjadi capres," ungkap Agung.

Terkait dengan pencapresan, ia juga mencatat, perwira tinggi angkatan darat model Gatot tentu tidak akan menjadi orang nomor dua atau cuma cawapres.

“Bisa saja Gatot seperti SBY dulu, dan Jokowi seperti Megawati. Dulu SBY diberi panggung oleh Megawati. Lalu bilang tidak akan nyapres, namun pada akhirnya maju juga dalam pencapresan,” demikian Dahroni.(KarelStefanusRatulangi/aktual/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2