JAKARTA, Berita HUKUM - Sungguh tak mudah menjadi teladan. Terlebih lagi, bagi seorang pemimpin atau pejabat publik dimana pemikiran, ucapan dan sikap hidupnya akan diperhatikan, bahkan diikuti khalayak. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain pun setuju bahwa sulit mencari keteladanan para pemimpin atau pejabat publik hari ini.
Bukan tanpa alasan. Zulkarnain menyebut sejumlah kasus korupsi yang membelit mereka. Data KPK sepanjang 2004-2015 menunjukkan sudah ada 14 gubernur, 81 anggota DPR/DPRD, 23 kepala lembaga/kementerian, dan 48 bupati/walikota atau wakilnya, yang terjerat korupsi.
"Kita prihatin dengan fakta itu. Namun, meski sulit mencari sosok teladan, bukan berarti kita harus pesimis. Sosok teladan itu pasti ada," katanya. Zulkarnain menambahkan, jika disandingkan dengan tokoh-tokoh sekaliber Mohammad Hatta, Agus Salim, Sutan Sjahrir, M Natsir atau para pejuang lainnya, tentu saja anak bangsa harus malu. "Mereka menjalankan tugas dengan penuh pengabdian, tidak tergiur oleh harta dan fasilitas mewah yang melekat sebagai seorang pejabat."
Zulkarnain mengatakan menjadi seorang pejabat harus menjaga niat untuk tetap segaris dengan kehendak rakyat. Hal tersebut adalah modal untuk menjalankan amanah. Bekerja dengan terukur untuk memenuhi janjji-janji dimuka, adalah bukti pengabdian dan murninya idealisme. Dan begitulah sosok para pahlawan terdahulu. Sangat mengedepankan integritas dan idealismenya sebagai seorang pejabat negara.
Sejarawan muda Bonnie Triyana sependapat dengan pernyataan Zulkarnain tersebut. Dimana unsur idealisme merupakan satu dari empat kriteria sosok keteladanan para pahlawan terdahulu. Idealisme merupakan hal yang mendasar bagaimana seseorang disebut sebagai sosok yang teladan.
Kedua, kinerja yang terukur. Ketiga, tidak memperkaya diri. Keempat, menerapkan pola hidup sederhana. Empat kriteria tersebut terdapat pada sosok Mantan Perdana Menteri Sjahrir atau Mantan Menteri Luar Negeri Agus Salim.
"Lihat bagaimana Perdana Menteri Sjahrir atau Menteri Luar Negeri Agus Salim yang tak memiliki rumah saat dan usai menjabat. Rata-rata para pejuang kita menjadi teladan karena pemikiran, ucapan dan sikap hidupnya sejalan," ujar Bonnie saat ditemui Integrito di Jakarta.
Bonnie pun mengerucutkan ada sejumlah nama pahlawan yang memiliki empat kriteria teladan tersebut selain Sjahrir dan Agus Salim. Mereka adalah M Natsir, Bung Hatta, HOS Tjokoroaminoto, Sjafruddin Prawiranegara, dan SK Trimurti. Bagaimana kisah mereka? Mengapa mereka disebut sosok yang teladan?
*
Selengkapnya di rubrik Utama Majalah Integrito Edisi 2/Maret-April 2015.(kpk/bh/sya)