Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Empat Pria Inggris Akui Akan Serang Bursa London
Thursday 02 Feb 2012 02:12:47
 

London Stock Exchange masuk daftar sasaran yang rencananya akan diserang (Foto: AP Photo)
 
LONDON (BeritaHUKUM.com) – Empat pria Inggris keturunan Pakistan dan Bangladesh mengaku bersalah, karena merencanakan serangan bom di London Stock Exchange. Pengakuan mereka terungkap di Pengadilan Woolwich, London, Rabu (1/2).

Mohammed Chowdhury, Shah Rahman, Gurukanth Desai, dan Abdul Miah, mengakui merencanakan tindak terorisme dengan cara akan menempatkan bom rakitan di toilet bursa saham London pada Desember 2010.

Keempatnya merupakan bagian dari sembilan orang yang menghadapi sidang di London dengan dakwaan merencanakan serangan di London Stock Exchange dan sejumlah sasaran terkenal lain. Mereka semula menyanggah dakwaan yang mereka hadapi tetapi kemudian menyatakan bersalah dan juri pun dibubarkan. Mereka akan dijatuhi hukuman pekan depan.


Tim jaksa penuntut yang dipimpin Andrew Edis menerima argumen bahwa mereka belum berencana membunuh siapa pun. ''Niat mereka adalah untuk menimbulkan teror dan menimbulkan kerugian ekonomi serta gangguan. Namun dengan metode yang mereka, berarti ada risiko orang-orang akan terbunuh atau terluka," katanya.

Jaksa penuntut menyatakan bahwa meski mereka bukan anggota jaringan al Qaida, mereka terinspirasi oleh jaringan teror itu dan khususnya terinspirasi oleh Anwar al Awlaqi, yang diduga menjadi pemimpin kelompok al Qaida di Yaman. Anwar al Awlaqi tewas pada September 2011, diduga akibat serangan pesawat tak berawak AS.

Mohammed Chowdhury (21 tahun) dan Shah Rahman (28 tahun) berasal dari London. Dua bersaudara Gurukanth Desai (30 tahun) dan Abdul Miah (25 tahun) berasal Cardiff, Wales. Ketika polisi menciduk mereka pada 20 Desember 2010, mereka mengatakan penangkapan tersebut merupakan penangkapan antiteror terbesar selama dua tahun terakhir.

Polisi menyita tulisan tangan tentang daftar sasaran yang akan diserang, antara lain walikota London, dua pendeta agama Yahudi dan kedutaan besar Amerika Serikat di London. Di pengadilan terungkap bahwa Chowdhury dan Rahman, pada 28 November 2010 diketahui melakukan observasi di beberapa tempat terkenal, antara lain Big Ben, Westminster Abbey, dan London Eye.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2