JAKARTA, Berita HUKUM - Ratusan pemuda dari Forum Komunikasi Putra Putri TNI Polri (FKPPI), Serta Pemuda Panca Marga PPM, mengeruduk Kantor Komnas HAM Jalan Latuharahari, Jakarta Pusat.
Dalam aksi ini, pendemo membentangkan sepanduk besar bertuliskan. Masyarakat Bersama TNI-Polri Siap Melawan Premanisme, pendemo mengecam Komnas HAM, mengatakan Masyarakat Jogja mendukung Kopassus, dan membasmi premanisme.
Ketua Generasi Muda Boy Bayono, mengatakan kami terusik hati kami, putra-putri TNI, dan Polri, terusik karna Komnas HAM, harus bertindak objektif, ketika TNI, Polri ditembak dan dibunuh di Papua, dimana Komnas HAM, tidak turun ke Papua memeriksa Organisasi Papua Merdeka,"ujar Boy Bawono.
Pendemo meminta," Komnas HAM, keluarkan surat rekomendasi, bahwa kasus Cebongan, bukan pelanggaran HAM," ujar Sinaga.
Bahwa kasus, Cebongan merupakan efek dari pembunuhan anggota Kopassus, dan wujud dari Jiwa Korsa,
TNI. Merupakan balas dendam dari pembunuhan Angota Kopassus.
Sementara Orator lainya mengatakan, "Komnas HAM merupakan antek asing, di saat Kapolsek mati di Polda Sumatera Utara di bantai peremanisme, dimana Komnas HAM?, sudah pantaslah Komnas HAM bukan milik Bangsa Indonesia," ujar Salah seorang orator.
Aksi ini, memacetkan jalan Latu Harahari Jakarta Pusat, pendemo saling bergantian melakukan orasi, dari atas mobil saud siytem, aksi ini mendapat pengawalan cukup ketat dari aparat kemanan Polri.
Komisioner Komnas HAM, sendiri ketika diminta keluar dan bicara, di depan Pendemo untuk menjelaskan, tentang penanganan kasus LP Cebongan, Komnas HAM, belum bersedia keluar menemui pedemo memberi waktu 15 menit.(bhc/put) |