Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Kenaikan Harga BBM
FPG DPR Dukung Pemerintah Naikan BBM
Monday 05 Mar 2012 13:20:51
 

Ketua FPG DPR RI Setya Novanto (Foto: Golkar.or.id)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Partai Golkar mendukung pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sikap ini ditunjukannya, menyusul hasil pertemuan dalam forum Sekretariat Gabungan Partai Politik Koalisi (Setgab) pada Minggu (4/2) malam kemarin.

"Partai Golkar menyerahkan (kenaikan harga BBM) kepada pemerintah. Tapi evaluasi harus dilakukan untuk nilai kenaikan yang tepat. Tapi apakah ada dengan cara-cara lain atau memang harus dengan cara menaikannya. Masalah ini juga sedang dievaluasi internal Golkar," kata Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR Setya Novanto kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/3).

Jika hasil evaluasi pemerintah tetap menaikkan harga BBM, lanjut dia, maka Golkar tetap meminta subsidi itu dialihkan kepada masyarakat dalam bentuk infrastruktur gas, pedesaan, irigasi dan lain-lain terkait dengan pendidikan dan kesehatan. Dalam waktu dekat ini, pemerintah pun diharapkan sudah punya keputusan dengan opsi yang diberikan Golkar itu.

“Anggota Setgab memang mengkritik rencana kenaikan BBM itu. Semua kritikan itu pun sudah disampaikan dalam rapat Setgab. Anggota Setgeb telah menyerahkan segala keputusan itu kepada pemerintah atas rencana ini. Tapi beberapa anggota Setgab tetap melakukan evaluasi kenaikan BBM ini atau tidak," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, rencana kenaikan harga BBM tidak realistis. Apalagi hal itu dilakukan dengan tidak melihat dinamika yang terjadi di masyarakat. Terlebih lagi, tingkat kepercayaan rakyat dan legitimasi pada kepemimpinan SBY-Boediono kian merosot.

"Keputusan politik pembangunan pemerintah yang dilakukan atau akan dilakukan seperti rencana kenaikan BBM sangat tidak realistis kalau melihat kemampuan masyarakat pada umumnya yang tingkat kehidupannya sekarang serba kekurangan," jelas mantan Ketua FPDIP DPR ini.

Menurutnya, mencermati gelagat dan dinamika yang berkembang akhir-akhir ini di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya penyebab masalah antara lain semakin menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Turunnya tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat, akibat lambannya pengambilan keputusan atas masalah hajat hidup orang banyak,” tendasnya.(dbs/rob)



 
   Berita Terkait > Kenaikan Harga BBM
 
  FITRA: Peneriman Negara Bukan Pajak, Dapat di Gunakan Cegah Kenaikan BBM
  Fuad Bawazier: Pemerintah Keliru Menaikkan Harga BBM
  Inilah Program Kompensasi Untuk Mempertahankan Kesejahteraan Masyarakat
  Pengendara Sepeda Motor Padati SPBU Sebelum Pukul 00:00 WIB
  Para Menteri Berkumpul Umumkan Kenaikan Harga BBM
 
ads1

  Berita Utama
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

 

ads2

  Berita Terkini
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2