Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Prof. Firmanzah
Firmanzah: Dunia Usaha Harus Manfaatkan Momentum Kerjasama Dengan Jepang
Monday 16 Dec 2013 14:17:01
 

Pakar Ekonomi & Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Prof. Firmanzah, Ph.D.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pakar ekonomi Prof. Firmanzah PhD mengingatkan dunia usaha nasional agar memanfaatkan momentum kerjasama Indonesia dengan Jepang paska kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke negara tersebut, dimana kedua negara mencapai kesepakatan untuk meningkatkan kemitraan strategis di bidang perdagangan dan investasi.

“Dunia usaha lokal harus dapat menarik manfaat dari trend investasi Jepang di Indonesia. Kemitraan strategis dengan pengusaha lokal juga diharapkan dapat terus meningkat,” kata Firmanzah dalam perbincangan di Jakarta, Senin (16/12) pagi.

Ia mengimbau kalangan dunia usaha Indonesia, baik yang tergabung dalam Kadin, Apindo, Hipmi dan sejumlah Asosiasi dunia usaha lainnya agar secara proaktif mencari mitra kerja strategis untuk mengisi struktur industri baik dasar, menengah maupun industri hilir.

“Bagi Indonesia hal ini semakin penting tidak hanya sebagai medium untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor nasional tetapi juga dapat mengurangi impor (import substitution) akibat meningkatnya serta beragamnya produk dan jasa yang dikonsumsi oleh kelas menengah Indonesia,” papar Firmanzah.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan itu mengemukakan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Abe, Jepang memasuki babak baru dalam model pembangunan ekonominya. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 4,3 persen pada kuartal I-2013, jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2013 sebesar 1 persen, ekonomi Jepang memasuki tahapan yang lebih ekspansif dibandingkan dengan periode sebelumnya yang jauh lebih konservatif.

Ekspansi perusahaan Jepang dalam bentuk foreign direct investment (FDI), terang Firmanzah, bertemu dengan kepentingan Indonesia untuk memperbesar investasi baik di bidang infrastruktur maupun sektor riil. “Dapat dikatakan, saat ini merupakan momentum kerjasama ekonomi yang terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia dan Jepang dalam kurun waktu 15 tahun terakhir,” papar Firmanzah.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universia Indonesia itu menyebutkan, ekonomi Indonesia sendiri dapat dikategorikan sebagai ekonomi yang sedang ekspansif. Meskipun mengalami tekanan dari sisi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III-2013, namun ekonomi Indonesia diprediksi dapat tetap tumbuh dalam kisaran 5,6-5,8 persen sampai akhir tahun 2013. “Bagi negara dengan PDB purchasing power parity di atas 1 triliun dolar Amerika Serikat, pertumbuhan di level tersebut tergolong dalam pertumbuhan yang tinggi,” tuturnya.

Ekspansi ekonomi Indonesia, lanjut Firmanzah, juga tercermin dari kebijakan yang mendorongi industrialisasi serta hilirisasi. Setelah pemerintah Indonesia menjalankan kebijakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat melalui ‘keep buying policies’ selama kurun waktu 2004-2010, program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur dicanangkan pada November 2011.

Ia menyebutkan, dengan adanya MP3EI, Indonesia sedang mengakselerasi pembangunan infrastruktur seperti bandara, jalan tol, pelabuhan, energi serta jalur transportasi. Selain itu juga, sejumlah proyek di sektor riil seperti industri baja, mineral dan tambang, industri pengolahan lainnya secara intens juga terus ditingkatkan.

Menurut Firmanzah, pada tahun 2014-2017, lebih dari 56 proyek telah ditawarkan dengan nilai investasi lebih dari 44,8 miliar dolar Amerika Serikat kepada BUMN dan pihak swasta. Kebutuhan dana yang sangat besar dalam percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur, kata Firmanzah, memberikan peluang kerjasama dan investasi di tanah air. “Sejumlah investor Jepang juga menyatakan minat untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur seperti ketenaglistrikan dan jalur transportasi umum,” ungkapnya.

Karena itu, Firmanzah menilai, tidak berlebihan bila hasil survei Japan bank for International Cooperation (JBIC) kepada 500 perusahaan multinasional Jepang menempatkan Indonesia sebagai ranking pertama negara tujuan investasi, dan menggeser Tiongkok sebagai destinasi utama investasi Jepang selama ini.

“Sebanyak 44,9 persen responden menyatakan Indonesia sebagai negara yang sangat menarik dimana pertumbuhan kelas menengah di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong utamanya,” papar Firmanzah.

Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Firmanzah menyebutkan, pada kuartal III-2013, Jepang menjadi negara asal investasi pertama di Indonesia. Realisasi investasi dari Jepang mencapai mencapai 3,6 miliar dolar AS atau 17,2 persen dari total PMA.

Dengan adanya komitmen yang sangat kuat dari investor Jepang ke Indonesia, lanjut Firmanzah, maka posisi investasi Jepang akan sangat sulit digeser oleh negara-negara lain.

Ia menambahkan, sejumlah investasi di bidang infrastruktur, ketenagalistrikan, geothermal, industri manufaktur, transportasi umum, industri jasa keuangan, ritel serta industri pengolahan lainnya tengah dilakukan di Indonesia.

“Hal ini menguntungkan bagi Indonesia untuk memperkuat struktur industri nasional dan penguatan daya saing nasional di masa mendatang,” ungkap Firmanzah.

Karena, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan itu berharap dunia usaha lokal juga dapat menarik manfaat dari trend investasi Jepang di Indonesia.

“Kemitraan strategis dengan pengusaha lokal juga diharapkan dapat terus meningkat,” pungkas Firmanzah.(skb/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Prof. Firmanzah
 
  Soal Ekonomi, Firmanzah Sarankan Pemerintahan Jokowi Tetap Hati-Hati
  Firmanzah: Presiden Baru Banyak Pekerjaan, Jangan Ada Dendam Paska Pilpres
  Presiden SBY Gugurkan Pandangan Pembangunan Berdampak Negatif Bagi Demokratisasi
  Agar Rakyat Tahu, Firmanzah Desak Capres Segera Sampaikan Platform Ekonomi
  Soal Harga Elpiji, Firmanzah: Pemerintah Berkepentingan Menjaga Daya Beli Masyarakat
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2