JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka), Abdul Haris Iriawan (Ahi) mengecam keras ucapan Menteri ESDM, Jero Wacik (JW) yang mengatakan bahwa media online itu adalah media kaleng dan tidak jelas. Ahi menegaskan bahwa tidak sepantasnya pejabat publik, semacam JW mengatakan hal tersebut, karena dengan JW mengatakan media online sebagai media yang tidak jelas, itu sama saja dengan mengecilkan peran media online.
"Sebagai pejabat publik, tidak sepantasnya ucapan seperti itu disampailan oleh Jero. Sebab, itu sama artinya mengecilkan peran media online yang saat ini sudah mewabah dan bahkan diperkirakan 10 tahun mendatang akan menjadi media utama," kata Ahi dalam pesan singkatnya kepada BeritaHUKUM.com, Jakarta, Senin (15/7).
Ahi juga menegaskan bahwa JW harus menarik kembali ucapannya dengan meminta maaf kepada seluruh jurnalis, khususnya jurnalis media online.
"Karena itu, dia harus menarik kembali statement tersebut dan meminta maaf kepada jurnalis dan jurnalis media online, pada khususnya," tegas Ahi.
Untuk itu, Ahi mengatakan sah jika memang kita mendukung teman-teman yang ingin mengambil langkah hukum, jika memang JW tetap tidak ingin menarik ucapannya dengan meminta maaf kepada media online.
"Terhadap langkah teman-teman untuk mengambil langkah hukum sah-sah saja dan kita mendukung. Jika dia tidak menarik ucapannya, maka rasanya perlu di pertimbangkan untuk memboikot acara-acara pak Jero," pungkas Ahi.(bhc/mdb) |