ACEH, Berita HUKUM - Alokasi anggaran pengukuhan Wali Nangroe, yang diusulkan oleh salah seorang anggota DPR Aceh, Adnan Beuransah itu 'Ulok-ulok'.
"Ya, kata orang Aceh ulok-ulok," tegas Direktur LSM Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Muhammad Azhar Amd, Sabtu (19/10).
Kenapa saya katakan ulok-ulok, tambahnya, meskipun hal itu masih sebatas usulan, tapi tidak seharusnya diucapkan sampai begitu banyak anggaran yang harus dikeluarkan hanya untuk pelantikan Sang Wali.
"Itu kan ulok-ulok atau lelucon yang tidak sepatutnya diucapkan di forum rapat," tandasnya mengkritisi anggota DPRA yang berencana mengalokasikan dana pengukuhan Wali Nangroe sebesar Rp 50 miliar.
Lanjut Azhar, seharusnya dalam hal ini pihak legislatif berupaya bagaimana memberikan program-program yang pro rakyat seperti pembangunan infrastruktur di bidang pertanian, kesehatan, perekonomian, pendidikan dan bidang lainnya.
Kami melihat bahwa, pemerintah Aceh sekarang dinilai belum ada satu program pun yang dijalankan, terutama program pembangunan ekonomi masyarakat. "Yang terlihat saat ini pemerintah Aceh hanya sibuk dengan program seremonial saja yang cenderung menghamburkan-hamburkan uang rakyat," ucapnya.
"Jika saja dana itu dialokasikan ke bidang tersebut, pasti rakyat akan makmur dan sejahtera," pungkas lulusan Universitas Politeknik ini.(bhc/sul).
|