Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Gebuk: Minta KPK Tangkap Johnny Allen
Thursday 15 Mar 2012 18:59:31
 

Johnny Allen Marbun (Foto:Waspada.com)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ratusan massa yang tergabung Gerakan Buru Koruptor (Gebuk) mengelar aksi demontrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mendesak agar KPK menangkap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Johnny Allen Marbun karena terkait sejumlah kasus Korupsi.

Dengan membentangkan poster wajah Johny Allen berdampingan dengan seekor Gorila. Massa menuding Johny terkait kasus suap Proyek Pembangunan Pelabuhan Dermaga di Indonesia Timur, dan dugaan mark up tanah makam TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur sebesar Rp. 10 milliar.

"Kami datang untuk mendesak KPK membuktikan tidak diintervensi kekuatan Penguasa," ujar salah satu orator saat mengelar aksi. Jakarta, Kamis (15/3).

Awalnya berjalan dengan aman. Setelh berjalan 15 menit berorasi, para Pengunjuk Rasa akhirnya diterima pihak KPK. Namun setelah melapor para pendemo bergegas mebakar poster Johnny di tengah jalan raya depan KPK.

Kontan saja sejumlah pihak Kepolisian yang mengawal aksi melakukan pencegahan. Namun dengan jumlah massa yang banyak, akhirnya pendemo lebih memanas dengan melakukan pembakaran sebuah ban mobil. Akhirnya Aksi saling dorong antara Polisi dengan Pendomo pun terjadi hingga sebuah ban yang terbakar telah hangus sebagiannya.

Namun, setelah melakukan negosiasi antara kedua kubu tersebut, akhirnya api dapat dipadamkan petugas, dan pendemo pun mulai meninggalkan kantor KPK.

Sementara itu, Ajudan Johhny Allen Marbun, Roy mengaku belum mengetahui tuduhan tersebut. “ wah saya belum tahu dan Bang Johny sendiri belum berkomentar apa pun,”tuturnya saat dihubungi BeritaHUKUM.com.

Sebetulnya ini bukan pertama kalinya anggota Komisi VII DPR RI ini, di tuduh melakukan Korupsi. Beberapa waktu lalu puluhan orang yang tergabung dari Ikatan Remaja Masjid Anti-korupsi (Irmasi) menggelar salat gaib untuk Jhonny Allen Marbun di depan gedung KPK, Jumat (9/3/2012).

Salah satu juru bicara Irmasi, Tri sulistyono mengatakan Johnny Allen diduga terlibat menggelembungkan anggaran Rp10 miliar untuk pembelian tanah di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur. "Mantan ajudan Jhonny sendiri, Selestinus A Olla sudah melaporkan ke KPK," katanya. (dbs/rob/spr)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas 2026, DPR-Pemerintah Concern Membahas

Pengadilan Negeri Medan tidak mempertimbangkan hubungan antara objek sengketa Kementerian LH dan dampak kerusakan dalam Gugatan Intervensi WALHI

Perbandingan oposisi era SBY vs Jokowi vs Prabowo, saat ini PDIP tegaskan sebagai partai penyeimbang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2