Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Hizbut Tahrir
HTI: Naikkan BBM, Pemerintah Zalim
Saturday 15 Jun 2013 16:26:58
 

Koordinator lapangan aksi, Ustadz M Rahmat Kurnia.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ribuan elemen masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia, melakukan aksi ujukrasa di depan Istana Negara, menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Jum'at (14/6).

Dalam aksinya, pendemo membentangkan sepanduk penolakan kenaikan BBM, serta mengibarkan bendera hitam panji-panji kebesaran Islam. Dalam aksi ini, pendemo lelaki dan wanita tidak bergabung menjadi satu, namun dipisahkan sesuai dengan syariat.

Demo yang mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari aparat gabungan Polda dan Polres Jakarat Pusat, serta Polsek-Polsek sekitar guna mencegah aksi demo berujung anarkis.

Salah satu koordinator lapangan aksi Ustadz M Rahmat Kurnia ketua Dewan Pimpinan Pusat HTI menggaungkan penolakannya secara tegas rencana kenaikan harga BBM kepada pewarta BeritaHUKUM.com.

Menurutnya, rencana kenaikan BBM ini syarat dengan kepentingan asing, kami tahu bahwa 84% kepentingan asing bermain di sektor Migas. Rencana kenaikan BBM penuh dengan kedustaan, pemerintah perlu menambah subsidi Rp 21 triliun, padahal kami tahu di tahun 2012 ada kelebihan dana tak terserap Rp 32,7 triliun. Mengapa dana sebesar ini tidak digunakan untuk itu rakyat, malah menaikkan harga BBM untuk menghemat 21 triliun dan ini jelas kebijakan zalim.

"Artinya mau pemerintah mensejahterakan rakyat dengan menaikkan harga BBM, itu hanya kebohongan saja, serta bukti kezholiman pemerintah," ujar Rahmat Kurnia.

Alasan pemerintah memberikan subsidi BBM saat ini salah sasaran dan hanya dinikmati orang kaya, padahal di Indonesia jumlah orang kaya hanya 2% saja, selebihnya 82% masyarakat pengguna roda 2.

"Jadi kami menyatakan sikap, bahwa kebijakan ini perbuatan zalim, menyengsarakan rakyat, dibelakang semua ini merupakan kepentingan kapitalis asing. Dan didukung rezim yang merupakan antek-antek asing dengan itu kami tegas menolak kenaikan harga BBM," pungkasnya.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Hizbut Tahrir
 
  Siapa yang Berkontribusi Positif Untuk Negara, HTI Atau Pemerintah?
  HTI: Penetapan Habib Rizieq sebagai Tersangka, Menunjukan Bukti Kriminalisasi Ulama
  Prof Dr Yusril sebagai Koordinator dari 1.000 Advokat Membela HTI
  Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon Tegaskan Pembubaran HTI Tidak Tepat
  Pembubaran HTI Harus Berlandaskan Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2