JAKARTA, Berita HUKUM - PT Pegadaian (Persero) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-114 tahun ini. Dalam rangka HUT itu, perusahaan jasa gadai ini menggelar beragam kegiatan sosial. Di antaranya pasar rakyat, donor darah, santunan kepada panti asuhan, dan pengajian yang dilakukan di beberapa kantor cabang. Kegiatan ini dilakukan tidak hanya di Jakarta, namun juga di 12 kantor wilayah dan 59 kantor area deputi bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada puncak HUT Pegadaian Ke – 114 yang berlangsung di Plaza Selatan Senayan, Minggu, diselenggarakan kegiatan Funwalk yang diikuti kurang lebih 5000 peserta, dengan hiburan band NIDJI. Dalam acara tersebut tampak hadir Menteri Negara BUMN, Rini M. Soemarno, yang turut berbaur, berjalan bersama para peserta Funwalk pagi itu.
Direktur Utama Pegadaian Riswinandi mengatakan, perusahaannya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Jadi kami harus memupuk dan mengembangkan budaya kerja inovatif layanan dan citra pegadaian,” kata Riswinandi di Jakarta.
Menurut dia, strategi bisnis ini diterapkan untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah yang membutuhkan dana tunai dan melindungi mereka dari jerat rentenir.
“Koperasi sampai toko-toko emas sudah menjalani bisnis seperti kita,” katanya.
Riswinandi baru diangkat sebagai Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) menggantikan Suwhono pada akhir April 2015. Pergantian nakhoda baru ini diharapkan dapat membawa kemajuan bagi perusahaan menuju arah yang lebih baik.
Sebelumnya Riswinandi merupakan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri. Riswinandi pernah berkarier di PT Bank Niaga Tbk selama 13 tahun, khususnya dalam pengelolaan kredit korporasi (corporate banking).
Kariernya menanjak ketika dirinya juga menduduki posisi kepala cabang (general manager) Bank Niaga di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), serta menjabat sebagai vice president human resources (group head).
Untuk menentukan pencapaian perusahaan ini, Riswinandi akan berdiskusi dengan para direksi Pegadaian agar dapat mengambil keputusan terbaik.
“Rencana jangka pendek dan jangka panjang akan kami lihat bersama mana yang perlu diperbaiki, dan mana yang perlu dipertahankan,” kata dia.
Ia berkomitmen pihaknya tetap akan mempertahankan misi Pegadaian untuk membantu ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah. Termasuk membenahi apa yang selama ini dirasa kurang bagus akan segera diperbaiki.
“Saya rasa jadi satu hal menarik karena saya belum pernah di sektor ritel, jadi menuntut saya cepat beradaptasi,” katanya.
Menteri Negara BUMN dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat serta apresiasinya atas pencapaian yang telah diraih Pegadaian di ulangtahunnya yang ke – 114. Menurutnya Pegadaian saat ini telah menjelma menjadi suatu usaha yang sangat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kita semua berdiri disini tidak lepas dari hasil kerja keras pendahulu pendahulu kita. Saya berharap agar Dirut yang baru, Bapak Riswinandi, dapat meneruskan kerja keras yang telah dilakukan oleh Dirut lama, Bapak Suwhono, sehingga Pegadaian dapat menjadi lebih baik lagi,” ucap Rini.
Dalam kesempatan yang sama, Suwhono selaku Dirut lama mengatakan, saat ini Pegadaian sudah menjadi branding korporasi, dan seluruh unit usahanya telah menjadi embrio konglomerasi usaha dinegeri tercinta ini.
“Kita pernah mengalami masa – masa sulit dan pengalaman buruk di tahun 2013 – 2014, namun kita tetap bisa bertahan meskipun dalam kondisi harga emas yang sangat rendah. Hingga di 2015 ini kita mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa,” ungkap Suwhono.
Suwhono menyampaikan pula apresiasi dan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada seluruh insan pegadaian di seluruh Indonesia.
“Hingga saat ini kita mampu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi, sesuai dengan Tagline kita: Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh insan pegadaian di Indonesia, yang telah membangun perusahaan ini dengan landasan yang baik,” tutup Suwhono.(bh/yun)
|