JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam aksi orasi politik, Marwan Batubara mengatakan pemimpin sudah membohongi rakyat, dan membodohi rakyat, bahkan seorang Prof Alumi ITB tega melakukan pembohongan publik.
"Juga seorang Menteri lulusan ITB, merupakan seorang pembohong yang saat ini duduk di Kementerian ESDM. "Kita ingatkan pada Menteri tersebut, dan Wakil Menteri, serta Kepala SKK Migas, untuk berhenti berbohong dan memanipulasi rakyat," ujar Marwan, Senin (18/3).
Contoh ada Blok Migas di Madura Jawa Timur. Pertamina awalnya mendapat 50% pada pembagian hasil, namun setelah kita melakukan perlawanan hingga ke KPK, maka dirubah jatah Pertamina, akhirnya mendapat 80%, namun walau sudah 80% yang 20% lagi masih dapat dikorupsi. Sekali lagi kita ingatkan.
Jero Wacik dan Rudi Rubiandini pernah mengatakan bahwa, kita dianggap tidak tahu masalah Migas "Kami dianggap tidak tahu masalah dan sebagai barisan sakit hati," ujar Marwan.
Dikatakan Marwan kembali, dia (sang Menteri itu) memang tidak terbukti korupsi, namun ketika kita melaporkannya ke KPK, dia ketakutan, dan kita akan terus melakukan perlawanan terhadap dia, bila didiamkan saja, maka kita akan melihat mereka akan terus menjalankan agenda-agenda asing.
"Saya sampaikan pesan saya satu kali lagi kepada Pak SBY, jangan biarkan pembohong itu untuk terus membohongi rakyatnya," kata Marwan.
"Jangan sampai aset-aset negara digadaikan di luar Negeri, bila ingin jadi Sekjen PBB silahkan, namun jangan sampai blok Mahakam dan Freeport digadaikan," tambah Marwan.
Sementara Edi Mauon perwakilan aktivis dari Indonesia timur mengatakan, saya baca di Kompas ada 6 trend Migas di Aceh Utara, namun saat ini tinggal 1 trend, dan masyarakat Aceh Utara penduduknya masih menderita.
"Dan saya sangat bersyukur pemimpin di Negara ini tidak ada yang berwajah Indonesia Timor seperti saya, mereka ini saat ini penguasa seperti VOC," ujar Edy.
"Adik-adiku Mahasiswa teruslah berjuang, janganlah kalian menjadi orang munafik, bila sudah mendapat kekuasaan nanti," pungkas Edi Maon.
Selanjutanya orasi terus barlangsung, dari puluhan Aktivis Mahasiswa dari Aceh BEM Jakarta, la ode Ahmadi, hingga HMI cabang Makassar, juga Adhie Massardi, Kurtubi dan Sri Bintang Pamungkas.
Acara ini juga menampilkan pembacaan Puisi oleh Mahasiswa Unas, juga Aksi Treatikal tentang susahnya para penambang lokal tradisional dalam mendapatkan minyak mentah, dan aksi ini mendapat sambutan cukup luar biasa dari seribuan pengunjung di Tugu Proklamasi.(bhc/put) |