JAKARTA, Berita HUKUM - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) hari ini, merayakan hari jadinya yang ke-70. Dengan mengusung tema "Dilandasi Moralitas, Integritas, Profesionalitas dan Militansi, TNI AU Siap Mengamankan Wilayah Dirgantara dalam Rangka Penegakkan Kedaulatan NKRI". Pada HUT TNI AU ke-70 ini masyarakat umum dapat melihat langsung berbagai kegiatan acara perayaan, yang di gelar di Taxyway Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (9/4).
Rangkaian HUT TNI AU ke-70 ini diawali dengan upacara yang di pimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna. Upacara ini dihadiri oleh keluarga besar TNI AU beserta keluarganya dan juga terlihat kehadiran Kapolri Badrudin Haiti yang nampak dalam acara tersebut beserta para undangan lainnya.
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan, dalam HUT TNI-AU yang ke-70 (9 April 1946 - 9 April 2016) menjadi momentum penegasan kembali doktrin TNI-AU. "Ini hari ulang tahun ke 70 kita menunjukan jadi apa yang kita butuhkan ke depan. Jadi ada formasi composide straik adalah operasi udara yang ada sesuai doktrin suabuanapaska," tutur Marsekal TNI Agus Supriatna, Sabtu (9/4).
Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, setelah upacara usai kemudian langsung berbagai demo atraksi dilakukan. Dua pesawat C-130 Hercules menerjunkan ratusan prajurit Paskhasau. Pesawat-pesawat TNI AU melaksanakan berbagai atraksi udara, seperti Flypass Composite Strike Pesawat Tempur, Flypass Simulasi Serangan Udara Langsung (SUL), Display Tim JAT, Bomb Burt, HighSpeed Past, serta penarikan banner.
Pada Demo Composite Strike sebanyak 16 peswat tempur yang terdiri dari 4 pesawat Sukhoi Su-27/30, 4 pesawat F-16, 4 pesawat Hawk 100/200 dan 4 pesawat T-501, mendemontrasikan serangan udara strategis (OSUS). Selain itu empat pesawat T-501 juga mendemontrasikan serangan udara langsung (SUL).
Tidak kalah menariknya adalah Flypass oleh 16 pesawat latih Grob G-120 TP dengan membentuk angka "70" serta manuver cantik tim JAT yang diperankan oleh 6 pesawat KT-1 Woong Bee. dilanjutkan dengan serangkaian demo darat, berupa simulasi perang kota oleh prajurit Paskhas. Pada simulasi ini prajurit Paskhas akan memperagakan berbagai taktik, strategi, dan keterampilan pertempuran darat. "Selamat Ulang Tahun TNI AU".
Dalam simulasi udara yang sempat dipamerkan para penerbang TNI-AU, terdapat operasi udara strategis untuk menghancurkan musuh.
"Kemudian kita lakukan operasi dukungan sebelum masuk pasukan lain kita harus melakukan operasi udara lebih dulu," jelas Kasau Marsekal TNI Agus.
KSAU menjelaskan, operasi udara dilakukan untuk membuka sasaran-sasaran strategis sebelum pasukan lain masuk melakukan penyerangan. "Jadi simulasi itu sesuai doktrin suabuanapaska yang kita miliki," tandasnya.(bh/yun) |